Showing posts with label Google. Show all posts
Showing posts with label Google. Show all posts

MySpace and Facebook sign real-time search deals with Google

MySpace and Facebook have both signed deals with Google to allow publicly available status updates to be indexed in real-time by the search giant. Up till now Google had only signed a similar deal with Twitter and was missing agreements with Facebook and MySpace.

These partnerships have now been formalised and are understood to be going live on Google across all English language domains (both .com and .co.uk) “over the coming days” according to a Google spokesperson.

This means that when somebody searches for a particular topic on Google they will receive real-time updates from a variety of social media sites, as well as the usual list of search results.

Recently, search engines have begun to disappoint those searchers hunting for the latest updates on fast-moving stories. During last summer's protests in Iran, for example, Google search results delivered the Wikipedia entry for Iran or a recent news article about the clashes. However, a search on Twitter showed the latest news from the people on the streets of Tehran as events unfolded.

This has led to both Google and Microsoft’s Bing, partnering with the likes of Twitter, in order to make their searches more relevant and faster.

In a recent interview with The Telegraph, Tom Stocky, Google’s director of product management said: “People want the most up-to-date information and that’s what services such as Twitter have provided a great platform for – which is why we are really happy to work with them and gain access to that information so we can deeply embed it into our search system.”

Stocky explained that speed is essential to Google search and one of the elements it is always trying to improve. “Search speed means two things: one – how quickly results come back to you and two – how quickly we can update the information. Adding real-time results to our product will massively help with the latter part of this definition. We have to make our results as fresh and relevant as possible.”

However, making sure people are served real-time results when they want them will be something Google and Microsoft will both have to master so as not to provide irrelevant results.

Google would not reveal the financial terms of its agreements – however Facebook’s chief operating officer, Sheryl Sandberg publicly stated at Web 2.0 in San Francisco, that it would be making no money from making public status updates available to search engines. However, MySpace and Facebook have not revealed similar details.

MySpace’s chief product officer, Jason Hirschorn, said in a blog post, Google users would see “MySpace users’ real-time updates about photos, videos, moods and other content seamlessly integrated alongside traditional search results”.

Bing still has to integrate Twitter updates into its main search and is running a separate site which integrates ‘tweets’. It has yet to launch a similarly dedicated site for Facebook updates.

Yahoo-Microsoft Kerjasama Melawan Google

Yahoo-Microsoft Kerjasama Melawan Google, Kedua Perusahaan besar, yakni Yahoo dan Microsoft mengumumkan kerjasama mereka di bidang pencarian internet, untuk menghadapi rival berat mereka yang sekarang mendominasi, Google. Keduanya telah meneken kontrak kerjasama selama 10 tahun, Microsoft akan mempersenjatai situs web Yahoo dengan mesin telusur baru mereka yang tangguh: Bing, sementara Yahoo akan memperkuat lini penjualan iklan online Microsoft.
.

"Melalui kesepakatan dengan Yahoo, kami akan mempersembahkan lebih banyak inovasi di bidang pencarian, memberikan nilai yang lebih baik bagi para pengiklan, serta memberikan pilihan sebenarnya bagi pengguna internet, karena selama ini pasar didominasi oleh pemain tunggal (Google - red)," ujar CEO Microsoft, Steve Ballmer, Seperti dilansir BBC

Yahoo akan menyerahkan kontrol atas mesin pencarinya kepada Microsoft dan akan mendapatkan 88 persen keuntungan dari seluruh penjualan iklan pencarian di situsnya hingga lima tahun ke depan. Selain itu, Yahoo juga memiliki hak untuk menjual iklan di beberapa situs Microsoft

Sementara Yahoo mengatakan, bahwa perjanjian ini membawa keuntungan bagi pengguna Yahoo maupun bagi para pengiklan. "Kerjasama ini membawa banyak manfaat bagi Yahoo, pengguna kami, dan industri. Saya yakin ini akan membangun fondasi untuk era baru unovasi berinternet serta pengembangannya," ujar CEO Yahoo, Carol Bartz.

Namun, di lain sisi, perjanjian ini membawa konsekuensi yang mengkhawatirkan bagi karyawan Yahoo. Pasalnya, dengan kerjasama ini, tim pencarian Yahoo akan terancam pengurangan karyawan dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa staf akan ditransfer ke Microsoft, lainnya bisa jadi tetap tinggal di Yahoo, namun perjanjian ini membuat Yahoo akan menjadi kelebihan SDM dari yang diperlukan.

Menurut analis teknologi Rob Enderlee, dengan perjanjian ini Yahoo diperkirakan bakal meningkatkan operasi tahunan hingga US$500 juta atau sekitar Rp 5 triliun, dan mencadangkan US$ 200 juta ke dalam bentuk tabungan. Kendati demikian, Google akan tetap mendominasi 65 persen pangsa pasar, sementara kombinasi pasar gabungan Yahoo dengan Microsoft akan merebut sekitar 30 persen.

Perjanjian Yahoo-Microsoft sendiri sudah dijajaki sejak lama. Awalnya Microsoft menaksir Yahoo dan menawarkan akuisisi terhadap Yahoo senilai US$47,5 miliar, pada Januari 2008. Namun tawaran itu ditolak oleh Yahoo, karena CEO sekaligus pendiri Yahoo, Jerry Yang menginginkan harga yang lebih tinggi.

Atas penolakan ini, Jerry dikecam oleh para pemegang saham, hingga akhirnya mengundurkan diri dari posisinya. Namun, Microsoft keburu tak bernafsu lagi untuk mengkuisisi Yahoo dan menarik tawarannya. Dengan hadirnya CEO Yahoo baru, Carol Bartz akhirnya keduanya mencapai kesepakatan kerjasama untuk menapaki babak baru untuk melawan dominasi Google

Akses Google Tidak Gratis Lagi

Akses Google Tidak Gratis Lagi, Siap siap bagi pencari berita gratis di dunia maya. Situs mesin pencari, Google, menyetujui permintaan sejumlah media online untuk membatasi akses pencarian Google yang bersifat gratis. Kini situs media online punya program perisai, yang mereka namakan First Click Free Programme. Dengan begitu, artikel-artikel yang biasanya bisa diunduh dan dibaca gratis tiap harinya makin terbatas.

Bila tadinya tiap 'klik' dari pengguna internaet bebas biaya, kini tidak lagi,'' kata Senior Business Product Manager Google, Josh Cohen, seperti dikutip BBC, Selasa (1/12) waktu setempat.

Sekarang tidak seluruh halaman gratis. Program di atas akan membatasi akses pengguna hanya, misalnya, ke lima halaman. Sisanya, bila pengguna komputer ingin membaca lebih jauh, harus mendaftar dan ini artinya merogoh dolar AS dari koceknya.

Media berita online sudah cukup lama ingin menerapkan hal ini. Mereka menilai Google yang mereguk keuntungan iklan dari tiap 'klik' pembukaan situs berita di tempatnya. Salah satu raja media yang paling ngotot menerapkan hal ini adalah Rupert Murdoch.

Tapi pada awal penerapan program ini belum mulus. Ada celah bagi pembaca untuk membaca secara gratis di internet. Caranya tetap memanfaatkan Google, tapi dengan teknik pencarian artikel atau halaman yang berbeda dari biasanya.

Cina tuduh Google alat Amerika

Cina tuduh Google alat Amerika,Media resmi Cina menuduh perusahaan pencari internet, Google, sebagai alat pemerintah Amerika Serikat. Kantor berita Xinhua mengatakan Google memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Amerika dan memberikan mereka hasil-hasil pencarian di internet.

Cina juga menuduh Google mencoba menyusup ke kebudayaan Cina dengan memberikan penilaian tersendiri dan menerapkan nilai-nilai Amerika. Kritikan itu muncul di saat Google bersiap untuk mengumumkan apakah akan menarik diri dari Cina karena sensor internet.

Cina melakukan sensor operator internet dengan memblok kata-kata dan gambar Partai Komunis yang dianggap tidak layak. Beijing juga memblok situs jejaring sosial Facebook, Twitter dan juga YouTube.

Kantor berita Xinhua mengatakan Google melanggar norma-norma internasional. "Sebenarnya, tidak ada negara yang mengizinkan aliran tanpa batas di internet seperti pornografi, kekerasan, judi..atau yang berisi separatisme, ekstrimisme agama, rasialis, terorisme...," tulis tajuk rencana Xinhua.

Xinhua juga menyebutkan internet Cina akan berkembang dengan pesat tanpa Google, dan perusahaan itu akan "rugi besar". Pangsa pasar Google di Cina jauh di bawah mesin pencari dalam negeri Baidu. Jumlah pengguna internet di Cina jauh lebih besar dibandingkan negara manapun.

Saham Baidu meningkat lebih dari 44% sejak pengumuman Google bahwa mereka akan menarik diri dari Cina, sementara saham Google turun sekitar 6,3%. Para analis mengatakan penarikan Google dari Cina akan mempengaruhi posisi Google di dunia.

Cara Hacker China Menyusupi Google

Cara Hacker China Menyusupi Google, Tekad pemerintah China untuk memberlakukan sensor pornografi dan gambar atau artikel yang berisi menyudutkan pemerintahan saat ini masih terus berlangsung sengit. Seperti yang dikutip dari FOXNews, Google harus mengikuti hukum yang berlaku di China, dan menolak komplain yang diberikan oleh google tentang sistem sensor yang akan digunakan China. Bahkan pemerintah China secara tegas mengatakan ini tidak ada kompromi untuk menerima tawaran Google. Akhirnya kemungkinan besar Google akan memberhentikan situs raksasanya di china, Google.cn.

Perseteruan Google dengan pemerintah China hingga sekarang masih terus menghangat. Google sebelumnya mengancam untuk hengkang dari China setelah sejumlah hacker menyerang para pemilik akun gmail. Bagaimana cara hacker untuk menyusup ke akun Gmail dan menyebarkan malware di situs mesin pencari tersebut.

Financial Times, Selasa (26/1/2010) melaporkan, para hacker mengawali aksinya dengan mencari alamat instant messaging (IM) para karyawan Google di china melalui situs jejaring sosial.

Orang yang diduga melakukan penyerangan ke Google dan sejumlah perusahaan kemudian meminta untuk menjadi 'teman' para karyawan Google. Ketika mereka telah menjalin pertemenan itulah, para hacker mengirimkan link yang berisi malware kepada para karyawan. Dengan demikian, malware akan menyebar begitu karyawn Google meng-klik link tersebut.

"Penyidikan menunjukkan bahwa penyerang telah memilih sejumlah karyawan perusahaan yang memiliki akses ke data-data penting dan mereka juga mempelajari teman-teman karyawan google lainnya," tulis Financial Times.

"Hacker telah menggunakan akun di jejaring sosial terhadap sejumlah karyawan dan telah menghitung sejumlah kemungkinan bahwa orang tersebut akan mengklik link yang dikirim," lanjut tulisan Financial Times

George Kurtz, Chief Technology Officer McAfee membenarkan, penyerang banyak menggunakan program-program instant messaging yang digunakan karyawan untuk mendistribusikan malware.

Kendati demikian, Google juga tetap menyelidiki sejumlah karyawannya yang diduga terlibat dalam serangan yang dimulai sejak pertengahan Desember silam. Tak hanya Google, serangan hacker juga mengenai 30 komputer lainnya.

Eksekutif Google dihukum di Italia

Eksekutif Google dihukum di Italia, Pengadilan Italia menghukum tiga eksekutif Google karena video penyiksaan anak autistik. Pegawai Google dituduh melanggar hukum Italia karena mengizinkan video tersebut ditempatkan di internet.

Mantan Menteri Informasi Inggris Richard Thomas mengatakan kasus tersebut memberikan "nama buruk" kepada hukum privasi. Peter Fleischer, David Drummond dan George De Los Reyes dihukum enam bulan sementara manajer produk Arvind Desikan dibebaskan.

Kepala bidang hukum Google David Drummond dan salah satu terhukum menyatakan "kemarahan" atas keputusan itu.

'Kasus tidak masuk akal'

"Saya akan berusaha keras melakukan banding terhadap keputusan berbahaya ini karena ini akan menjadi preseden yang menakutkan," katanya.

"Jika orang seperti saya dan kolega lain di Google yang tidak ada kaitan dengan masalah pelecehan, pembuatan film atau penempatannya di Google Video dapat dianggap melakukan kejahatan hanya karena posisi kami di Google, maka seluruh pegawai layanan internet menghadapi masalah yang sama," tambahnya.

Peter Fleischer dari Google mempertanyakan seberapa banyak situs internet yang dapat beroperasi jika keputusan ini diterapkan. "Saya menyadari diri saya hanya pion dalam sebuah perang tetapi saya tetap yakin keputusan ini akan ditolak pada pengadilan banding," katanya.

Mantan Menteri Informasi Inggris Richard Thomas yang menjadi konsultan perusahaan hukum Hunton & Williams mengatakan kasus ini "tidak masuk akal". "Ini sama saja dengan menghukum kantor pos karena surat ancaman yang dikirim lewat pos," katanya kepada BBC News.

"Saya tidak bisa membayangkan hal sejenis terjadi di negara ini. Kasus ini bukan diajukan oleh menteri informasi Italia tetapi oleh jaksa penuntut dan kami tidak mengetahui alasannya. "Saya khawatir karena pegawai yang tidak ada hubungannya dengan video dinyatakan bersalah. Tidak masuk akal untuk mengharapkan perusahaan mengawasi semua hal yang ada di internet."

Pokok Persoalan Perseteruan Google Inc Lawan China Inc

Pokok Persoalan Perseteruan Google Inc Lawan China Inc, Ada dua pokok persoalan penting yang menandai perkembangan dan pertumbuhan globalisasi yang memberi kemajuan ekonomi di kawasan Asia Timur.

Pertama,
menyangkut pertikaian Google Inc yang berhadapan dengan Pemerintah China. Keduanya berseteru soal penyaringan dan penyadapan terhadap perusahaan AS tersebut.

Kedua, pertumbuhan ekonomi RRC tahun 2009 mencapai 8,7 persen. Ekspansi ekonomi China menempatkan negara berpenduduk terbesar di dunia itu berpotensi menggeser posisi Jepang sebagai kekuatan ekonomi kedua di dunia setelah AS.

Dari dua persoalan ini, ada dua faktor yang saling bersinggungan satu sama lain, yakni globalisasi dan kedaulatan yang selama ini mengejawantahkan transformasi sistem internasional. Banyak pengamat yang memperkirakan globalisasi dan kedaulatan menghadapi era baru. Kedaulatan akan diperlemah, termarjinalisasi, bahkan mengalami transmutasi akibat globalisasi.

Dari kedua faktor ini kita harus mengerti bahwa para penguasa di Beijing tidak berkeinginan mengontrol jaringan internet, tetapi memberi garis jelas antara penyampaian pendapat dan ancaman terhadap kekuasaan komunis China.

Saat bersamaan ada faktor lain yang harus dipahami. Para penguasa di Beijing melihat jejaring internet harus cukup bebas. Ini antara lain mendorong tumbuhnya baidu.com dan alibaba.com sebagai portal pencari dan pemasaran terbesar di China. Portal itu bertujuan mendukung dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung monopoli kekuasaan komunis.

Perseteruan atau bisnis

Google Inc didukung Menlu AS Hillary Clinton yang menuduh para penguasa di Beijing melakukan infiltrasi terhadap Google. China membantah tuduhan itu. Namun, Google harus mengerti bahwa kekuatan ekonomi China yang dahsyat didukung sumber daya manusia yang memiliki keahlian istimewa, mampu mengoperasikan sistem yang ekstensif, canggih secara teknologi, dengan jangkauan tak terbatas dalam melakukan penyaringan internet di daratan China.

Sebagaimana disebutkan di atas, ada faktor lain yang harus dipahami dalam meneropong persoalan jejaring internet, yakni kedaulatan dan globalisasi. Faktor ini dipahami secara jelas dan tegas oleh berbagai perusahaan AS. China mampu menggeser sentra teknologi komunikasi informasi dan juga memiliki posisi sebagai tiang utama inovasi dunia.

Perubahan lanskap dan pertikaian global ini jelas akan menempatkan Google Inc menghitung ulang posisinya dalam berhadapan dengan Beijing. Sebab, dalam evolusinya globalisasi menghadirkan fenomena baru, selain menyangkut persaingan antarnegara, juga terkandung faktor kedaulatan, nilai-nilai universal, juga terdapat faktor persaingan antarperusahaan dari sebuah negara. Misalnya, Google Inc harus bersaing dengan Yahoo! dan Microsoft dalam merebut pasar China.

China menyadari jejaring internet menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Google Inc pun menyadari China memiliki potensi pasar yang menggiurkan untuk periklanan sehingga motonya, ”Not Doing Evil”, harus mampu menjustifikasi perseteruannya dengan Beijing dan keuntungan bisnis yang dikandungnya.
Perseteruan Google Inc Lawan China Inc

yang Dicari Orang Pacaran di Google

Yang Dicari Orang Pacaran di Google, Apa saja tip-tip populer yang ingin diketahui oleh seseorang yang sedang berpacaran? Mungkin 'mbah' Google bisa menjawabnya.

Saat mengetikkan kata pencarian di kotak mesin pencarinya, Google biasanya menyediakan fitur suggest atau saran pencarian.Saran itu disodorkan Google berdasarkan opsi kata kunci yang terpopuler yang pernah dilakukan orang-orang.

Dan Ariely, blogger dari Predictably Irrational ingin mengetahui apa topik yang paling banyak dicari oleh seseorang dalam menjalin hubungan dengan pacarnya. Untuk itu ia mengetikkan kata pencarian dalam format 'How can I get my boyfriend/ girlfirend to..."
Ternyata, banyak wanita mencari cara, supaya pacarnya segera melamarnya. Hal itu terlihat dari saran Google di urutan pertama yang berbunyi "How can I get my boyfriend to propose".

Selain itu, biasanya para wanita mencari cara agar hubungan kedua pasangan bisa semakin harmonis, atau bagaimana agar pacarnya melakukan hal yang positif.

Misalnya saja mencari cara agar pacar mereka bisa lebih sering menghabiskan waktu bersama, lebih tertarik lagi, berlaku lebih romantis, atau berhenti merokok dan mabuk-mabukan.

Yang cukup mengejutkan, kebanyakan pria justru cenderung mencari cara bagaimana agar pasangannya bersedia melakukan kegiatan seksual.

Buktinya, saran Google di dua urutan teratas adalah "Bagaimana membuat pacar saya mau melakukan oral seks?" dan "Bagaimana membuat pacar saya untuk tidur bersama?"

Banyak juga pria yang mencari cara agar pacar wanitanya memaafkan mereka, mempercayai mereka, dan mencintai lagi. Agaknya saran-saran tersebut cukup relevan bila dihubungkan dengan perilaku selingkuh dari para pria.

Saran pencarian Google dalam bahasa Inggris itu sedikit banyak mengambarkan informasi apa yang paling banyak dicari oleh cowok-cowok barat di internet, yakni tip menundukkan pasangannya untuk melakukan aktivitas seks.

Sayangnya, opsi saran Google dalam bahasa Indonesia masih sangat terbatas, sehingga kita tidak akan mendapat banyak pilihan saran, saat mengetikkan: "Bagaimana agar pacar saya ..." di kotak pencarian Google.

Google Dituntut Novelis Cina

Google Dituntut Novelis Cina , Mian Mian, menuntut Google untuk membayar ganti rugi sebesar 61.000 yuan dan permintaan maaf, menyusul pemuatan salah satu karya Mian Mian, Asam House, ke perpustakaan onlinenya. Baru-baru ini, seperti dilansir BBC News, pengadilan di Beijing meminta sang novelis dan pihak Google membahas masalah itu.

Menurut pengacara Mian Mian, pengadilan tidak memberi batas waktu untuk penyelesaian masalah itu di luar pengadilan. Sementara pihak Google yang telah menghapus buku itu dari perpustakaan onlinenya tidak memberikan komentar apa pun.
Mian Mian dikenal sebagai novelis dengan gaya bahasa yang vulgar. Novelnya Panda Sex and Candy, misalnya, bercerita tentang kehidupan seks, narkoba, dan kehidupan malam, di Negeri Tirai Bambu itu. Sehingga banyak novelnya dilarang beredar di Cina.

Tuntutan menyangkut hak cipta terhadap Google, sebenarnya bukan hanya dilakukan Mian. Di Perancis, pengadilan juga memerintahkan Google untuk menghentikan publikasi buku Perancis yang dilakukan tanpa persetujuan penerbit. Google pun diperintahkan membayar denda sebesar 430 ribu dolar AS.

Bahkan di Amerika Serikat, Google pun harus membayar denda sebesar 125 juta dolar AS terhadap penulis dan penerbit di negara itu, juga terkait masalah hak cipta. Dan, sidang perkara tersebut sedang menunggu vonis hakim.