Showing posts with label Obat Stres. Show all posts
Showing posts with label Obat Stres. Show all posts

Ketidakmanjuran Obat Stres di ungkap Tikus

Ketidakmanjuran Obat Stres di ungkap Tikus, Penelitian terhadap tikus mengungkap alasan ketidakmanjuran obat stres atau anti-depresan terhadap setengah dari penggunannya di Amerika Serikat (AS).

Banyak obat anti-depresan yang umum digunakan, seperti Prozac dan Zoloft, bekerja dengan menambah jumlah serotonin, yaitu hormon yang secara kimiawi masuk ke dalam otak dibawa melalui sel yang dikenal sebagai lapisan saraf.


Para peneliti dari pusat medis Universitas Columbia di New York pada Rabu (13/1) waktu setempat mengatakan, tikus secara rekayasa genetik yang memiliki lebih pada satu penerima hormon serotonin di wilayah otaknya akan lambat merespon anti-depressan
Penerima ini menghambat kerja saraf produksi serotonin. Telalu banyak reseptor akan lebih menghambat saraf saraf," ujar Rene Hen, yang penelitiannya terdapat dalam jurnal saraf saat diwawancara Reuters per telepon.

"Hal itu terlalu banyak menghambat kerja sistem," ungkap Hen, yang penelitiannya memberikan masukan kepada dokter apakah pasien memiliki respon terhadap sebuah obat penghilang stres.

Selain itu, penelitiannya dapat membantu produsen obat agar lebih baik dalam melakukan percobaan secara klinis sekaligus membantu menemukan senyawa obat baru yang berguna bagi orang yang tidak menyukai manfaat dari obat anti stress biasa.

"Tujuannya adalah guna mencari tahu sesuatu yang berguna buat mereka yang tidak mendapat perubahan," katanya. Untuk penelitiannya, Hen dan para peneliti lain membutuhkan pencapaian pada penerima serotonin hanya di bagian yang tepat dalam otak.

Untuk melakukan hal itu, tim peneliti di satu pihak menggunakkan tikus yang secara genetik berubah memiliki hanya sedikit penerima serotonin di wilayah lapisan saraf produksi serotonin berada.

Di lain pihak, peneliti lain menggunakkan tikus dengan tingkat penerima serotonin pada bagian yang berbeda dalam otak, mereka menguji perilaku dengan melihat keberanian tikus mengambil makanan di wilayah yang terang. Tikus yang diberi obat penghilang stres biasanya lebih berani, tetapi hal itu tidak terbukti pada tikus dengan kelebihan penerima serotonin.

"Temuan yang paling dramatis terjadi pada tikus dengan tingkat penerimaan tinggi pada saraf saraf serotonin yang tak merespon terhadap fluoxetine atau Prozac," kata Hen.Ketika mereka mengurangi jumlah dari penerima itu, ternyata mampu untuk membalikkan dampaknya, katanya.

"Dengan mengurangi jumlah penerima, kita mampu mengubah seorang yang tak merespon menjadi merespon," ujar Hen.Paling tidak ada sekira 27 juta yang menggunakan obat penghilang stres di AS, yakni mendekati dua kali jumlah pada pertengahan tahun 1990an.

Eli Lilly dan wakil dari Prozac yang juga dikenal luas dengan fluoxetinenya, dan Pfizer Inc Zoloft sebagai pelopor obat anti-depressan yang terkenal selektif, sempat menarik kembali zat pencegah pertumbuhan atau SSRIs.

Sementara itu, obat penghilang stress umum lainnya, termasuk Forest Laboratories Inc's Celexa atau citalopram dan lexapro atau escitalopram; dan GlaxoSmithKline's Paxil atau paroxetine, juga melakukan hal yang sama.

Makanan Penawar Stres

Makanan Penawar Stres, Stres, siapa yang tidak mengenal kata ini? Hampir tiap individu mengalaminya. Apalagi pada mereka yang sering sekali dikejar oleh batasan waktu. Kondisi stres seringkali membuat daya tahan tubuh menurun dan berakibat gampang menjadi sakit, mulai dari flu hingga penyakit jantung.

Sebenarnya makanan yang bisa mengurangi stres Anda seperti oatmeal hangat bisa meningkatkan kadar serotonin di dalam tubuh sehingga mengeluarkan rasa tenang dan nyaman. Makanan lainnya bisa mengurangi kadar kortisol dan adrenalin, dimana mereka merupakan hormon stres yang ada di dalam badan sepanjang waktu. Mari kita pelajari agar Anda bisa merasa lebih nyaman dan mengurangi tingkat ketegangan Anda.

1. Makanan mengandung karbohidrat kompleks
Karbohidrat mendorong otak untuk membuat serotonin sehingga menimbulkan rasa nyaman, sangatlah baik untuk memakan karbohidrat kompleks sehingga bisa dicerna dengan baik. Pilihan yang baik sebagai penghasil karbohidrat kompleks adalah sereal, roti, pasta, dan juga oatmeal. Karbohidrat kompleks juga bisa membuat kadar gula darah menjadi stabil.
2. Makanan mengandung karbohidrat sederhana
Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana termasuk permen dan soda bisa mengurangi stres untuk waktu singkat. Gula sederhana yang dikandung di dalamnya bila dicerna akan menghasilkan kadar serotonin yang cukup tinggi.

3. Jeruk
Jeruk mengandung vitamin C yang banyak, kandungan vitamin C bisa mengurangi stres. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengkonsumsi 3000 mg vitamin C sebelum mengerjakan tugas yang membuat stres bisa membuat kadar kortisol dan tekanan darah menjadi normal kembali.

4. Bayam
Mungkin Anda masih ingat Popeye yang suka sekali memakan bayam? Ternyata ia tak salah menjadikan bayam sebagai makanan favoritnya. Kandungan magnesium di dalam bayam meregulasi kadar kortisol. Magnesium cenderung terbuang dari tubuh ketika kita stres dan memakan bayam menambahkan kadar magnesium di dalam badan. Selain bayam, jika Anda bukan pecinta bayam, magnesium juga terdapat di salmon dan kacang kedelai.

5. Ikan Omega-3
Untuk membuat kortisol dan adrenalin di dalam badan tetap oke, bertemanlah dengan ikan yang mengandung omega-3, seperti tuna dan salmon. Sehingga, selain mengurangi stres, juga baik untuk memproteksi jantung. Untuk hasil maksimal, konsumsilah 3 ons ikan omega-3 seminggu dua kali.

Dampak Stres Terhadap Tubuh

Dampak Stres Terhadap Tubuh, Tubuh kita memiliki mekanisme pertahanan alami pada stres jangka pendek. Namun, bila stres berlangsung dalam jangka panjang, ini bisa jadi "lampu merah" bagi tubuh karena membuat tubuh jadi rentan pada penyakit. Dengan kata lain, stres sangat merugikan tubuh. Apa saja kerugian yang ditimbulkan oleh stres?

Saraf
Dalam menghadapi sesuatu yang mengancam, tubuh dan pikiran kita punya respons melawan atau ikut terseret. Respons itu dimulai sebagai berikut: Saat kita stres, bagian saraf simpatetik dalam otak akan mengirim hormon adrenalin, hormon kortisol, dan hormon-hormon stres lainnya. Masalahnya, bila kondisi ini berlangsung terus-menerus, maka hormon-hormon tadi bisa mengganggu kemampuan mengingat dan belajar sehingga kita rentan depresi.

Endokrin
Hormon stres akan memicu organ hati (liver) untuk memproduksi lebih banyak lagi gula darah supaya Anda punya cadangan energi untuk berjaga-jaga pada kondisi bahaya. Stres dimaknai oleh tubuh sebagai kondisi bahaya. Namun, jika "bahaya" itu merupakan sebuah dilema jangka panjang dan Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terkena diabetes, maka glukosa darah yang tinggi ini akan mempercepat terjadinya diabetes.

Pernapasan
Pada saat Anda merasa sangat emosional dan stres, Anda akan mendapati bahwa napas menjadi cepat atau justru pendek-pendek dan tersengal. Jika kondisi ini sering terjadi, maka ketegangan pada sistem pernapasan akan membuat Anda lebih rentan terkena infeksi saluran napas atas.

Kardiovaskular
Ketegangan yang bersifat sesaat, seperti menghadapi wawancara kerja, akan membuat jantung berdetak lebih kencang dan tekanan darah naik. Nah, jika stres jangka panjang, maka hal itu bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan kadar kolesterol sehingga Anda lebih rentan terkena penyakit jantung atau stroke.

Reproduksi
Panjang pendeknya siklus menstruasi juga dipengaruhi oleh stres. Stres yang tinggi bisa membuat bakteri vagina lebih senang berkembang biak. Pada ibu hamil, kondisi ini bisa meningkatkan risiko asma dan alergi pada anak.

Sistem imun
Stres jangka pendek sebenarnya ada manfaatnya juga, yakni meningkatkan sistem imun tubuh. Namun, stres yang terus berlanjut bisa membuat kondisi jadi berbalik, yakni memperlambat proses penyembuhan, membuat tubuh rentan infeksi, serta memperburuk kondisi kulit, seperti jerawat, eksim, atau gatal.

Pencernaan
Bila Anda merasa mual, perut kembung, dan terasa terbakar, boleh jadi itu bukan karena salah makan. Penelitian menunjukkan bahwa stres bisa merangsang otot-otot perut dan bisa menyebabkan sembelit atau diare.

Otot-otot
Sering merasa pegal-pegal di punggung dan leher atau sakit kepala? Coba cek apakah akhir-akhir ini Anda sedang menghadapi situasi yang membuat Anda stres. Pasalnya, saat tubuh berada dalam kondisi terancam, otot akan ikut meresponsnya. Tak heran bila persendian ikut tegang.

Dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia
stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:

- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis .
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu

Analisa Dampak Stres Pada Tubuh