Showing posts with label pornografi. Show all posts
Showing posts with label pornografi. Show all posts

Telkom Sortir Situs porno

Telkom Sortir Situs porno, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menyediakan perangkat lunak Domain Name System (DNS) yang diberi nama Nawala yang berfungsi menyeleksi konten negatif dalam penggunaan internet.

Manajer Komunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional IV Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sudjatmiko, di Semarang, Senin, mengatakan, perangkat lunak ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung program internet sehat yang dicanangkan Departemen komunikasi dan Informatika.


"Keberadaan internet memang banyak memberikan keuntungan dan kemudahan, namun kemajuan teknologi ini juga sarat pengaruh negatif," katanya. Ia mengatakan, PT Telekomunikasi Indonesia sebagai penyedia jasa internet terbesar di Indonesia peduli dan mendukung program internet sehat tersebut.

Ia menjelaskan Nawala dapat digunakan gratis oleh para pengguna internet yang membutuhkan konten terseleksi. Perangkat ini tidak hanya menyeleksi konten-konten negatif yang tidak sesuai dengan norma perundang-undangan, tetapi juga ancaman perangkat berbahaya dari luar komputer pribadi, seperti virus, situs-situs yang menyesatkan, dan sebagainya.

"Secara otomatis, Nawala akan memblokir konten berbahaya dari luar komputer pribadi tersebut," katanya. Ia mengatakan, dengan penyeleksian konten negatif tersebut, penghematan kapasitas saat menggunakan internet dapat mencapai 30 persen.

Dengan perangkat lunak ini, lanjut dia, internet dapat digunakan lebih aman dan nyaman bagi para penggunanya, terutama anak-anak.

PT Telokomunikasi Indonesia , kata dia, telah menyediakan alamat "Internet Protocol" yang dapat digunakan, yakni 180.131.144.144 untuk yang utama dan 180.131.145.145 untuk yang kedua

Film horor dan Pornografi kurang Kreatif

Film horor dan Pornografi kurang Kreatif, Film nasional kembali berjaya. Namun, film-film Indonesia yang kini beredar justru bertema horor dan dibumbuhi adegan seks.

Film horor yang menyerempet pornografi ini menjadi topik serius dalam Yahoo!Answers, Jumat 29 Januari 2010. Sebagian besar pembaca menilai film Hantu Puncak Datang Bulan tidak layak ditayangkan. Bimra, misalnya, dia menilai film horor yang saat ini beredar telah menunjukkan kurang kreatifnya orang Indonesia.

"Maunya modal dikit tapi untung banyak. Coba lihat tentang mau hadirkan Miyabi di film Indonesia dulu. Kenapa nggak ngundang Jackie Chan, atau yang lainya kok malah bintang porno. Itu kan menunjukan kurang kreatif dan pingin ngrusak moral bangsa. Daripada MUI ngurusin haramnya rokok dan foto prewedding, mending ngurusin film indonesia ini. Coz meskipun ada tulisan untuk 18+ tapi yang nonton anak 12 tahun juga boleh masuk. Kayak halnya ke diskotik juga sama."

Hamong juga berpendapat sama. Menurutnya, film Hantu Puncak itu hanya bermodal serem saja.

"Untuk lebih menarik ditambah unsur porno. Itulah kemampuan perfilman Indonesia. Saya nggak tau, apa karena kurang modal, atau gak punya daya khayal atau memang orang indonesia yang masih dangkal."

Kritikan juga datang dari Rita. Menurutnya, film nasional saat ini tidak mendidik generasi muda.

"Ini sangat tidak mendidik generasi muda yang akan menjadi pemimpin kelak. Akibatnya akan menghancurkan pemerintahan sendiri."

Suryo menyatakan, film-film horor saat ini biasa-biasa aja. Tak lebih hanyalah hiburan yang disajikan sedemikian rupa untuk menyenangkan penonton aja.

"Tapi kalo sudah berbau pornografi tuh lain ceritanya. Itu sudah tidak mendidik dari segi moral, dan dilarang oleh agama tentunya. Lebih-lebih kalau yang nonton anak-anak di bawah umur, wah bahayanya besar tuh. Doain aja yah mudah-mudahan semua produser yang membuat film-film horor yang berbau pornografi ditegur oleh TUHAN dan segera bertaubat,...amiin..."

Imron juga menilai perfilman Indonesia kembali merosot tajam.

"Entah kekurangan ide untuk membuat sebuah film yang inspiratif atau entah tingkat libido para pembuat film kelewat batas atau juga karena sebagian artis kita gemar ber-eksibisme alias puas jika tubuhnya dieksploitasi ke publik, atau memang negeri ini lagi sakit, publiklah yang secara cerdas dan bijak menilai"

Meski demikian, tidak semua pembaca mengecam film horor yang saat ini beredar. Rofio misalnya, dia menilai film horor yang saat ini ada belum melewati batas-batas asusila. "Intinya masih aman-aman saja."

Bulet Terong pun menilai, bahwa semua tergantung pada cara pandang dan cara pikir kita masing-masing sebagai pribadi yang bermoral.

"Sebenarnya, kita sebagai "bangsa tuan" bisa memilih sendiri apa yang pantas dan tidak pantas kita pakai, tonton, keenakan.

"Bukankah kita sudah merdeka, sehingga tidak perlu diatur oleh orang lain??? Nah kalau masing-masing dari kita sudah merasa dirinya adalah "bangsa tuan", maka pribadi kita sudahlah pasti dapat memilih apa yang kita rasa cocok dan baik untuk kita. Sehingga bukan lagi MUI atau apalah namanya yang harus menentukan apa yang boleh kita pakai, kenakan, tonton dan sebagainya. Tetapi tiap individu tahu apa yang semestinya mengisi otak dan hatinya sendiri dan keluarganya."

Ciri-ciri Anak Kecanduan Pornografi

Ciri-ciri Anak Kecanduan Pornografi, Pakar psikologi anak Elly Risman mengimbau orangtua untuk memantau kegiatan anak-anaknya ketika menggunakan media elektronik, seperti internet, game, DVD, dan sejenisnya. Sebab, di media-media tersebut banyak terkandung materi pornografi.

Jika anak biasa mengonsumi materi pornografi itu, maka lama-lama anak akan kecanduan. Lalu, apa saja sih sebenarnya ciri-crii anak yang kecanduan pornografi. Berikut adalah ciri-ciri yang disampaikan Elly, Sabtu (13/2/2010) dalam sebuah seminar di Kudus, Jawa Tengah.

Berikut adalah ciri-ciri anak yang kecanduan pornografi:

- mudah haus

- sering buang air kecil

- sering berkahayal

- sulit konsentrasi,

- sering bermain "play station" dan internet dalam waktu yang lama,

- prestasi akademik menurun.

Kenapa anak menjadi sasaran pemasaran pornografi? Menurut elly, itu terjadi karena anak-anak menjadi pasar masa depan, mental model pornografi, perpustakaan porno pada anak yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

"Pembuat pornografi juga menginginkan sasarannya mengalami kerusakan otak permanen," katanya. Banyaknya kalangan anak remaja yang kecanduan pornografi, disebabkan karena sejumlah faktor. Salah satunya, karena orang tua tidak memiliki waktu yang cukup untuk anak, kurang tanggap dan gagap teknologi, serta pendidikan agama dan pengontrolannya masih kurang.