Showing posts with label sby. Show all posts
Showing posts with label sby. Show all posts

Presiden SBY Keracunan Udang di Kopenhagen

Presiden SBY Keracunan Udang di Kopenhagen, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers di di Hotel Crowne, Kopenhagen, Denmark, Jumat (18/12/2009) sekira pukul 12.00 waktu setempat.

Presiden memulai pernyataan persnya dengan menjawab kabar yang beredar tentang ketidakhadirannya dalam jamuan makan malam Ratu Denmark, kemarin malam.

“Kabar yang beredar, saya mengurusi masalah dalam negeri. Tapi saya jawab, sebenarnya setelah kemarin saya bekerja dengan tim Indonesia, saya kena serangan alergi. Kata ahli medis, extreme weather,” katanya seperti dilaporkan wartawan okezone Nurfajri Budi Nugroho dari lokasi konferensi pers.
Tak hanya itu, ternyata kesehatan Presiden sempat terganggu akibat salah satu jenis makanan yang disantap.

“Udang, barangkali khas. Tapi setelah saya dapat terapi, sudah recover. Alergi biasa, tidak ada yang luar biasa,” imbuhnya.

Setelah menjelaskan tentang gangguan kesehatannya, Presiden pun melanjutkan keterangan persnya dengan memaparkan segala hal yang berkaitan dengan KTT Iklim yang akan segera berakhir

SBY di Minta Mundur dari agenda pemberantasan korupsi

SBY di Minta Mundur dari agenda pemberantasan korupsi, Malam jelang hari Antikorupsi 9 Desember 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato. Dalam pidatonya, SBY mengaku pernah dihadang.

"Dihadang beberapa kalangan, meminta saya menjauh saja dari agenda pemberantasan korupsi," kata SBY di Istana Negara, Selasa 8 Desember 2009.Pihak-pihak yang menghadang itu, jelas dia, minta moratorium pemberantasan korupsi. "Dengan tegas saya bilang tidak," kata SBY.
Jika korupsi masih diberi toleransi untuk eksis, tambah dia, maka kekayaan alam bumi Indonesia akan sia-sia. Tidak bisa dinikmati dan menyejahterakan rakyat Indonesia secara merata.

"Saya menyerukan Indonesia zero tolerance to corruption," kata dia.

SBY menambahkan kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan dengan iklim korupsi pasti tidak akan tinggal diam. Serangan balik koruptor akan terus ada.

"Terhadap kelompok demikian, kita tak akan tinggal diam," tambah SBY

Pidato SBY disampaikan di tengah situasi politik dan hukum yang memanas akibat kasus Bank Century dan kasus dugaan kriminalisasi dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi besar-besaran besok merayakan hari antikorupsi, sekaligus mendesak pengusutan tuntas kasus Bank Century.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku menerima informasi dari badan intelijen bahwa ada sejumlah gerakan sosial antikorupsi pada Rabu mendatang. SBY khawatir gerakan itu dimanfaatkan dengan motif tertentu. Bahkan, SBY tahu siapa targe para demonstran.

"Alhamdulillah, saya dapat pengetahuan yang relatif lengkap, tentang apa, siapa dan sasaran pada 9 Desember mendatang," kata SBY dalam pidato di Rapimnas Demokrat, Minggu 6 Desember 2009 kemarin.

Sumber Vivanews

Target Gerakan 9 Desember

Target Gerakan 9 Desember, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa gerakan 9 Desember 2009, mempunyai motif lain. Motif lain itu adalah, “Motif politik yang tidak punya semangat pemberantasan korupsi,” kata SBY dalam pengarahan di acara Rapat Pimpinan Partai Demokrat, Minggu 6 Desember 2009 di Jakarta.

Gerakan 9 Desember yang disebut SBY itu adalah rencana unjuk rasa sejumlah organisasi massa pada hari Rabu, 9 Desember 2009. Unjuk rasa ini mengusung tema antikorupsi karena bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhamadyah dijadwalkan hadir dalam unjuk rasa.

Rencana unjuk rasa 9 Desember itu, tampaknya penting betul bagi Presiden SBY. Dia sudah terhitung dua kali berbicara soal gerakan ini. Sebelum rapat kabinet di Istana Negara, Jumat 4 Desember 2009, dia juga bicara soal rencana unjuk rasa itu. Gerakan itu, kata SBY, “Motifnya tidak dalam rangka pemberantasan korupsi,”

Sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir dalam unjuk rasa itu membantah keras. Din Syamsuddin menegaskan bahwa mereka yang mencurigai gerakan itu tidak punya sikap antikorupsi. Sejumlah tokoh lain meminta Presiden SBY tidak usah panik dengan rencana unjuk rasa itu. Syafi'i Ma'arif memita SBY tidak reaktif dengan rencana unjuk rasa itu. "Seorang pemimpin tidak boleh panik," katanya.

Dalam sambutan di Rapim Partai Demokrat hari ini, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu juga menegaskan bahwa sebagai Presiden Indonesia, “ Alhamdulillah, saya dapat pengetahuan yang relatif lengkap, tentang apa, siapa dan sasaran pada 9 Desember mendatang.” Dia menambahkan bahwa dalam kehidupan demokrasi unjuk rasa itu dimungkinkan dan diberi ruang seluas-luasnya.

Selama lima tahun pemerintahannya, lanjut SBY, sudah banyak unjuk rasa yang diarahkan kepada dirinya sebagai presiden. Menghadapi semua unjuk rasa dan kecaman itu, SBY mengaku harus bersiap secara mental, lahir dan batin. “Anda semua juga harus seperti itu,” kata SBY di hadapan sekitar 100 peserta Rapim itu.

Menjelang kedatangan SBY, Mega Perintahkan Nisan Bung Karno Digeser Tengah Malam

Menjelang kedatangan SBY Ke Blitar,Mega Perintahkan Nisan Bung Karno Digeser Tengah Malam, Menjelang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Blitar, Jawa Timur, batu nisan makam proklamator Bung Karno dipindah. Prosesi pemindahan dimulai tengah malam pukul 00.00 WIB dan baru selesai menjelang fajar, Selasa (30/3/2010) Pahing.

Batu nisan Bung Karno terbuat dari marmer hitam, berbentuk oval dengan diameter sekitar 2 meter. Untuk mengangkatnya digunakan sedikitnya empat dongkrak, masing-masing berkekuatan 5 ton. Sedangkan proses penggeseran dilakukan sekitar 10 pekerja, menggunakan tumpuan balok kayu.

Pemindahan nisan mendiang Presiden Ir Soekarno sempat membuat warga sekitar kompleks makam cemas. Makam Bung Karno berada satu kompleks dengan Perpustakaan Nasional Bung Karno di Jl Ir Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Koleksi buku-buku sejarah Indonesia dan dunia di perpustakaan ini mengungguli koleksi seluruh perpustakaan kampus terbaik mana pun. Maklum, ia dibiayai APBN dan mendapat hibah buku dari banyak pihak.

Alhasil, pemindahan tengah malam itu memicu tanda tanya besar karena dulu salah satu anak Bung Karno getol mewacanakan pemindahan kerangka Bung Karno dari Blitar ke Bogor. Warga tidak diberi tahu sebelumnya kalau ada pemindahan nisan. Warga berjaga-jaga karena takut yang dipindah adalah makam Bung Karno, salah satu ikon Kota Blitar. "Jangan-jangan makamnya yang dipindah,” ujar Yitno, warga Bendogerti, yang melihat dari luar tembok ketika proses pengangkatan dan pemindahan batu nisan.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Selama ini, Bung Karno yang meninggal tiga dekade lalu, tetap memberikan pride bagi warga Blitar. Bung Karno memang lahir di Surabaya, tapi masa kecil dan kenangan semasa remajanya berada di Blitar. Bahkan, jika mudik dimengerti sebagai pulang ke tempat asal, Bung Karno selama jadi Presiden pun selalu ke Blitar, bukan kota lain.

Itu sebabnya, warga coba masuk dan bertanya pada penjaga Makam Bung Karno, tapi dilarang dan tidak diberi tahu apa yang terjadi. Hampir setiap warga yang melintas di depan makam berhenti, karena melihat lampu di atas joglo pusara Makam Bung Karno menyala terang.

Sejak Senin (29/3/2010), aparat keamanan terlihat lalu lalang di sekitar makam itu karena memang menjelang kedatangan Presiden SBY. Warga pun menduga-duga, pemindahan itu terkait kedatangan Presiden SBY ke Blitar. SBY dijadwalkan bermalam di Hotel Tugu Sri Lestari.

Ketua Majelis Pelestarian Ajaran Bung Karno (MPABK) Bambang Gunawan juga menyesalkan penggeseran batu nisan makam Bung Karno tersebut, apalagi jika alasannya tidak jelas. “Saya menduga ini berkaitan dengan mistik, bukan nilai-nilai sejarah. Karena batu nisan yang sudah tertanam kuat, kenapa dipindah?” ungkap Bambang.

Juru kunci makam Bung Karno, Suwanto, ketika ditanya pada Selasa siang mengaku tidak tahu siapa yang memindah batu nisan sejauh 1 meter ke arah utara. "Tidak ada pemberitahuan siapa yang memindahkan dan untuk tujuan apa,” paparnya.

Terpisah, anggota Fraksi PDIP DPR RI Theodorus Jacob Koekerits yang hadir saat pemindahan batu nisan, belakangan mengakui, prosesi itu atas perintah Megawati Soekarnoputri. “Pemindahan sejauh 1 meter ke utara tersebut, memang atas keinginan Ibu Megawati,” papar Ondos, sapaan Theodorus. Disebutkan, putra kedua Megawati, Prananda Prabowo, juga hadir untuk menyaksikan pemindahan nisan itu.

Perjalanan Hidup Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Perjalanan Hidup Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Jend. TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 60 tahun) adalah Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 20 Oktober 2004. Ia, bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, terpilih dalam Pemilu Presiden 2004. Ia berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua dengan kembali memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono. Sehingga, sejak era reformasi dimulai, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil terpilih kembali untuk periode kedua.

Yudhoyono yang dipanggil "Sus" oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan "SBY", melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan. Ia merupakan seorang pensiunan militer. Selama di militer ia lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Pada Pemilu Presiden 2004, keunggulan suaranya dari Presiden Megawati Soekarnoputri membuatnya menjadi presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Hal ini dimungkinkan setelah melalui amandemen UUD 1945.

Dalam kehidupa
n pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herrawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

Latar belakang dan keluarga

Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari ayahnya, silsilahnya dapat dilacak hingga Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit dengan RM. Kustilah yang merupakan keturunan Gusti Bandoro Ayu (putri Sri Sultan Hamengkubuwono III.

Seperti ayahnya;, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1979) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982).

Agus adalah lulusan dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar mast
er-nya di Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura. Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.

Pendidikan SBY

* Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
* American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
* Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
* Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
* On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
* Jungle Warfare School, Panama, 1983
* Kursus Senjata Antita
nk di Belgia dan Jerman, 1984
* Kursus Komando Batalyon, 1985
* Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
* Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, AS
* Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
* Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 2004.

Karir Militer SBY
Tahun 1973, ia lulus dari Akademi Militer Indonesia (Akabri: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek. Periode 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada tahun 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Periode 1988-1989, ia belajar di Sekolah Komando Angkatan Darat dan melanjutkan ke US Command and General Staff College pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Staf Teritorial TNI. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.

Lulusan Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat dan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Karier militernya terhenti sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI) dengan pangkat Letnan Jenderal.

Karier politik SBY

Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.

Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai kerier politik puncak. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.

Ringkasan karir SBY
* Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
* Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
* Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
* Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
* Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
* Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
* Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
* Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
* Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
* Dosen Seskoad (1989-1992)
* Korspri Pangab (1993)
* Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
* Asops Kodam Jaya (1994-1995)
* Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
* Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
* Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
* Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
* Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
* Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
* Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
* Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
* Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
* Presiden Republik Indonesia (2004-Sedang Menjabat)

Penugasan SBY

* Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988

Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah ditugaskan dalam sebuah operasi di Timor-Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 ini meraih gelar doktor (PhD) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat Bangkok (Thailand)[1]. Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.

Penghargaan Yang Diraih SBY

* Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
* Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
* Satya Lencana Seroja, 1976
* Honor Graduate IOAC, USA, 1983
* Satya Lencana Dwija Sista, 1985
* Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
* Dosen Terbaik Seskoad, 1989
* Satya Lencana Santi Dharma, 1996
* Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
* Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
* Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
* Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
* Wing Penerbang TNI-AU, 1998
* Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
* Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
* Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
* Bintang Dharma, 1999
* Bintang Maha Putera Utama, 1999
* Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
* Bintang Asia (Star of Asia), 2005, oleh BusinessWeek
* Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, 2006, oleh Sultan Brunei
* Doktor Honoris Causa, 2006, oleh Universitas Keio
* Darjah Utama Seri Mahkota, 2008, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin
* 100 tokoh Berpengaruh Dunia 2009 kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, 2009, oleh TIME

Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.

Masa kepresidenan SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sidang umum PBB

MPR periode 1999-2004 mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945 UUD 1945 sehingga memungkinkan presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu presiden dua tahap kemudian dimenanginya dengan 60,9 persen suara pemilih dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian dicatat sebagai presiden terpilih pertama pilihan rakyat dan tampil sebagai presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia unggul dari pasangan Presiden Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi pada pemilu 2004.

Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) sebagai prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Penanggulangan bahaya narkoba, perjudian, dan perdagangan manusia juga sebagai beban berat yang membutuhkan kerja keras bersama pimpinan dan rakyat.

Di masa jabatannya, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam seperti gelombang tsunami, gempa bumi, dll. Semua ini merupakan tantangan tambahan bagi Presiden yang masih bergelut dengan upaya memulihkan kehidupan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.

Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk UKP3R, sebuah lembaga kepresidenan yang diketuai oleh Marsilam Simandjuntak pada 26 Oktober 2006.Lembaga ini pada awal pembentukannya mendapat tentangan dari Partai Golkar seiring dengan isu tidak dilibatkannya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembentukannya serta isu dibentuknya UKP3R untuk memangkas kewenangan Wakil Presiden, tetapi akhirnya diterima setelah SBY sendiri menjelaskannya dalam sebuah keterangan pers.

Layanan SMS Presiden

Sekitar bulan Juni 2005, Presiden SBY memulai layanan pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selulernya di 0811109949 namun esok harinya terjadi gangguan teknis karena banyaknya SMS yang masuk dan sekarang diganti cukup dengan SMS ke 9949 setelah itu SMS akan dipilih dan disampaikan ke presiden. Nomor 9949 adalah tanggal lahir beliau (9 September 1949).

Tanggal 28 Juni 2005, Presiden SBY mengirimkan SMS kepada masyarakat dengan nama pengirim Presiden RI yang berisi tentang pencegahan narkoba.[3] Kebenaran SMS ini sudah dikonfirmasikan dan juru bicara Presiden menyatakan berbagai SMS akan menyusul.

Rancangan SBY Dalam Pembangunan Indonesia Lima Tahun ke Depan

Rancangan SBY Dalam Pembangunan Indonesia Lima Tahun ke Depan; Rapat Menteri dan seluruh Gubernur yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) difokuskan pada sepuluh program utama pembangunan ekonomi yang bertumpu pada stabilitas politik, jaminan keamanan, dan kepastian hukum.

Saat memberikan 10 direktif atau arahan pembangunan Indonesia pada lima tahun ke depan, SBY menekankan pula pancapaian target angka pada lima hal, yakni pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendapatan perkapita, dan penurunan inflasi.

“Kita optimistis mencapai peningkatan ekonomi sebesar tujuh persen, hingga 2014 dengan asumsi apabila tidak terjadi krisis ekonomi global, dan peningkatan ini harus merata di hampir semua provinsi. Ini harus diupayakan pemerintah setempat,” kata SBY, di Istana Kepresidenan Tampaksiring, Gianyar, Bali, Senin (19/4/2010).

Dikatakan dia, guna mencapai peningkatan ekonomi tersebut, pertama, harus dilakukan divestasi atau pencarian negara tujuan ekspor baru, guna menunjang peningkatan nilai ekpsor. Peningkatan perekonomian, juga harus ditunjang dengan sumber daya manusia dan peningkatkan investasi teknologi.

Lebih lanjut, SBY memaparkan adanya upaya pengurangan angka penangguran lima hingga enam persen sampai pada 2014. “Angka pengurangan pengangguran ini bisa dilakukan dengan revitalisasi UKM dan mendorong masuknya investasi,” tambahnya.

Sementara untuk pengurangan angka kemiskinan, pihaknya menargetkan angka delapan sampai 10 persen hingga 2014. “Enam persen pengangguran ini tergolong rendah dibanding dengan negara Amerika dan Eropa ada yang mencapai 10 persen,” tambahnya.

Peningkatan pendapatan per kapita, dari USD4.500-USD5.000. Hal ini ditekankannya agar lebih fokus kepada peningkatan kehidupan nelayan, buruh kecil, dan daerah terisolir. “Jika hal ini tercapai, maka Indonesia menjadi salah satu negara baru yang memiliki pendapatan per kapitanya tinggi di Asia,” tandas SBY.

Menyangkut, stabilitas ekonomi, SBY melihat inflasi harus ditekan serendah mungkin dengan menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat kecil. Diharapkan juga tidak terjadi capital flight atau pemindahan modal ke luar negeri. Kalau terjadi capital flight kondisi perekonomian menjadi tidak normal.

Menyangkut pembiayaan keuangan dalam negeri, yang harus ada keseimbangan antara rasio Gross Domestic dan meningkatkan peran perbankan.

Arahan kedelapan SBY, juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan air, yakni meningkatkan swasembada beras, karena komoditas pangan sangat strategis dan bisa menjaga stabilitas ekonomi.

Langkah kesembilan, perlunya peningkatan daya saing ekonomi, dengan merealisasikan di 2010 sebagai tahun infrastruktur seperti akses jalan dan pelabuhan guna mendorong pembangunan yang konektinitif atau ketersambungan yang disebut dengan (Fish ICT). Untuk itu harus ada inovasi teknologi besar besaran, untuk menunjang iklim invetasi guna mendorong produktivitas nasional.

SBY menekankan pentingnya keseimbangan antara permintaan (supply) dan penawaran (demand), harus terjaga dengan ketersediaan distribusi pasokan kebutuhan pokok dengan sistem logistik yang baik.

Arahan SBY lainnya tentang mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan air, yakni meningkatkan swasembada beras, karena komoditas pangan sangat setrategis dan bisa menjaga stabilitas ekonomi.

“Saya tidak mau mendengar lagi ke depan, adanya daerah-daerah yang rawan pangan karena ketiadaan distribusi air bersih atau air minum, daerah harus bisa mengatasi masalah ini,” ungkapnya.

Sementara langkah terakhir, perlunya peningkatan daya saing ekonomi, dengan merealisasikan tahaun 2010 sebagai tahun infrastruktur seperti akses jalan dan pelabuhan guna mendorong pembangunan yang konektinitif atau ketersambungan yang disebut dengan (Fish ICT).Oleh karena itu harus ada inovasi teknologi besar besaran, untuk menunjang iklim invetasi guna mendorong produktivitas nasional. Okezone.com

Presiden SBY Pidato Anggota Parlemen Australia Tidur

Presiden SBY Pidato Anggota Parlemen Australia Tidur, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menekankan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak merasa tersinggung setelah beredar beberapa laporan yang menyebutkan seorang anggota parlemen tertidur saat SBY menyampaikan pidato di hadapan Parlemen Australia, kemarin.

Rudd menjelaskan, dirinya tidak mengetahui secara pasti apakah anggota parlemen oposisi, Peter Slipper, mengangguk-angguk karena terkantuk saat SBY menyampaikan pidato selama 40 menit di hadapan parlemen di Canberra.

Namun, dalam keterangannya kepada beberapa wartawan, Kevin Rudd menjelaskan, ”Karena sudah mengenal baik SBY, saya yakin dia tidak tersinggung dengan orang yang mengangguk-angguk karena rasa kantuk.”

”Tapi, saya tetap berpendapat, sangat penting artinya untuk menghormati para kepala negara yang berkunjung ke Australia saat mereka menyampaikan pidato,” ungkap Kevin Rudd.

Slipper membantah tertidur walaupun ia terlihat tertutup matanya saat mendengarkan pidato SBY dalam dokumentasi foto yang mengundang sejumlah komentar dari sejumlah wartawan di Twitter.

”Saya rasa pidatonya sangat bagus,” ujar Slipper, seperti dikutip Sunshine Coast Daily. ”Saya tidak tertidur. Saya tidak bilang kalau mata saya tidak tertutup. Seandainya saya tahu saat itu ada kamera yang ditujukan ke saya, saya tidak akan menutup mata saya,” kilahnya.

Pidato di hadapan Parlemen Australia merupakan kesempatan penghargaan yang hanya diberikan kepada beberapa pemimpin negara tertentu. Presiden AS Barack Obama juga dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Parlemen Australia bulan ini. (Kompas.com)