Showing posts with label Pelajar. Show all posts
Showing posts with label Pelajar. Show all posts

Saat proses belajar dan mengajar Pelajar SMP di Palembang Tembak Teman dengan Pistol

Saat proses belajar dan mengajar Pelajar SMP di Palembang Tembak Teman dengan Pistol, Pelajar kelas I SMPN 1 Bangun Rejo, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, berinisial AN (13), menembak teman sekelasnya, Ranggut Inggrit (13), dengan sejata api rakitan laras pendek, Sabtu (20/3/2010).

Akibatnya, satu butir timah panas melukai paha kiri Ranggut hingga dilarikan ke Rumah Sakit dr Sobirin di Lubuklinggau. Petugas dari Polsek Jayaloka kini menahan pemuda di bawah umur itu. Senjata rakitan atau biasa disebut kecepek milik pelajar dari Desa Bangun Rejo, Kecamatan Suka Karya itu juga disita.

Informasi yang diperoleh wartawan, peristiwa itu terjadi saat proses belajar dan mengajar berlangsung. Saat itu, korban Ranggut mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya dan menunjukannya kepada pelaku.

Lantaran tidak diperbolehkan memegang senjata tersebut, pelaku berusaha merebutnya hingga terjadilah perebutan senjata ini dan berakhir dengan tertariknya pelatuk senjata dan menembak paha korban.

Saat terjadi letusan senjata ini, sontak seisi kelas dan guru serta warga sekitarnya kaget, melihat korban menangis kesakitan lalu dilarikan ke puskesmas dan akhirnya dirujuk ke RS dr Sobirin Lubuklinggau.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMPN 1 Bangun Rejo, Andang, menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang berada di luar kelas. "Begitu dengar suara tembakan, saya langsung mengecek ke ruangan kelas. Ternyata korban sedang kesakitan," katanya.

Ibu korban, Ny Sukaisih, mengetahui anaknya tertembak setelah ada telepon dari pihak sekolah dan langsung berangkat ke RS dr Sobirin. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Parulian Pardede, mengatakan, pelaku AN berdalih bahwa senjata api itu milik temannya bernama Ahmad Dedi, pelajar SDN Bangun Rejo.

Benda itu dititipkan kepada AN tanggal 16 Maret 2010 lalu, dan dibawa kembali ke sekolah dengan maksud akan diserahkan kembali kepada yang punya

Pelajar MTsN Model Samarinda Mesum Di Dalam kelas

Pelajar MTsN Model Samarinda Mesum Di Dalam kelas, Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa terbongkarnya kasus itu bermula dari laporan kepada seorang guru yang menyebut adanya perbuatan mesum sejumlah pelajar MTsN Model di Samarinda itu.

Pada minggu pertama dan kedua Februari 2010, MTsN Samarinda itu kemudian membentuk tim khusus untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Tim kemudian memantau dengan cara meninggalkan ruang kelas dan melarang pelajar keluar dari ruangan.

Hasilnya, mereka menemukan 14 pelajar, yang terdiri dari 7 pelajar putri dan 7 pelajar putra mulai kelas I hingga kelas III, melakukan perbuatan tak senonoh di dalam kelas.

"Mereka kedapatan melakukan perbuatan mesum di dalam kelas pada jam istrahat atau di belakang gedung sekolah. Bahkan ada yang melakukannya di hadapan pelajar lain," ujar seorang pelajar kelas III MTsN Model Samarinda, Sidiq Irjali.

Pelajar MTsN Model Samarinda lainnya, Hariyadi, mengaku malu dengan kejadian tersebut.

"Kami sudah lama mendengar informasi itu, bahkan di sekolah isu tersebut sudah menyebar. Selain melakukan perbuatan tak senonoh seperti berpeluk-pelukan di dalam kelas dan di areal sekolah, di antara mereka yang dikeluarkan itu juga sering merokok," kata Hariyadi.

Pelajar Berbuat Mesum Saat Jam Istirahat


Sebanyak 14 pelajar Madrasah Tsanawiah Model Samarinda, Kalimantan Timur, dipecat akibat berbuat mesum di dalam kelas. "Saya menerima laporan pemberhentian itu beberapa waktu lalu," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Harimurti, Rabu (10/2/2010).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda itu mengaku mendukung kebijakan pihak sekolah yang memberhentikan 14 pelajar yang dinilai telah melanggar aturan sekolah."Saya mendukung kebijakan sekolah sebab ini akan menjadi pembelajaran bagi pelajar lainnya. Diberhentikan bukan berarti anak itu putus sekolah, melainkan hanya diangkat dari lingkungan sekolah itu," katanya.

"Kami akan mencari solusi agar mereka tetap bisa sekolah, termasuk membantu mencari sekolah yang akan menerima mereka," kata Harimurti.Terkait dengan perbuatan mesum yang dilakukan ke-14 pelajar MTsN Model Samarinda itu, Harimurti tidak bersedia memberi penjelasan lebih rinci.

"Pada laporan itu hanya disebutkan bahwa mereka diberhentikan akibat melanggar aturan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda itu.