Showing posts with label mesum. Show all posts
Showing posts with label mesum. Show all posts

Pemerkosa Paling Sadis

Pemerkosa Paling Sadis, pelaku pemerkosaan di Australia mungkin dipegang oleh John Xydias (44). Dia dituduh terlibat dalam 25 kasus pemerkosaan yang melibatkan 11 perempuan.

Dalam pengadilan pendahuluan pekan lalu di Sydney, Xydias, dalam aksi pemerkosaannya, selalu merekam perbuatannya terhadap para korban yang umumnya sudah pingsan setelah disuguhi alkohol yang dicampur obat bius. Kasus Xydias ini merupakan salah satu kasus pemerkosaan terburuk dalam sejarah Australia. Pria ini sebenarnya dikenai tuduhan 86 kasus, terdiri atas 25 kasus pemerkosaan dan 61 kasus penyerangan seksual yang berlangsung tahun 1996-2006.

Menurut polisi, Xydias dalam aksinya menjebak korbannya dengan jasa kencan telepon. Beberapa korban lainnya ditemui di kafe atau kelab malam di berbagai kawasan di seputar Melbourne. Xydias lantas membius korban yang dapat dirayunya dengan alkohol dan obat sebelum merekam segala perbuatan tidak senonohnya itu.

Saat polisi menyerbu dua rumah milik pria ini, ditemukan berbagai video adegan pemerkosaan. Polisi kini kesulitan mencari empat dari 11 korban yang ada dalam video pemerkosaan. Namun, ulah Xydias yang di luar kebiasaan ini membuatnya akan menghadapi pengadilan pada bulan Juli nanti dengan kemungkinan hukuman yang cukup berat. sumber

Bercinta di Sawah Digerebek Warga

Bercinta di Sawah Digerebek Warga Semakin dewasa dan bertambahnya umur seharusnya nafsu bisa ditahan. Tapi tidak bagi PL (46) dan ST (38) warga Dusun Cangkreng, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep. Karena tak kuat menahan nafsu keduanya melakukan hubungan suami istri di pematang sawah.
Aksi nekat keduanya itu diketahui warga. Sedang asyik keduanya digerebek warga dalam kondisi telanjang. Sikap tak terpuji ini diketahui pertama kali oleh istri PL. Maklum tempat keduanya memadu kasih tak jauh dari rumah PL.

Awal diketahuinya perbuatan mesum itu, Nurainah curiga dengan goyangan rumput dibalik tanaman ketela pohon. Setelah didekati dia melihat suami sedang berhubungan intim.

Mengetahui suaminya berselingkuh dan berhubungan badan, sang istri berteriak. Mendengar teriakan ibu dua anak dan satu cucu ini warga langsung datang ke lokasi dan melihat PL suami Nurainah bermain cinta dengan ST seorang janda.

Matsalam (40) salah satu saksi mata mengatakan, hubungan PL dan ST diduga telah lama. Sebab kondisi rumah tangga PL beberapa waktu terakhir ini sudah tak harmonis lagi.

"Kelakuan PL dan ST sangat keterlaluan, sebab dilakukan ditempat terbuka dan siang hari. Saat ini, keduanya ada di salah satu rumah aparat desa," kata Matsalam pada detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sabtu (19/12/2009).

Meski tak sampai dihakimi massa, pasangan mesum itu diamankan aparat desa untuk diminta keterangan atas perbuatan keduanya.

Video Pelajar SMA Ciuman di medan beredar

Video Pelajar SMAN Ciuman Dimedan, Video adegan pelukan dan ciuman yang dilakukan pasangan pelajar kelas 3 SMAN 6 Padangsidimpuan (Psp) di dalam kelas, beredar luas di Kota Padangsidimpuan, dalam beberapa hari terakhir. Video kedua pelajar yang tampak masih mengenakan pakaian seragam lengkap itu berdurasi 1 menit 16 detik.

Adegan dalam video memperlihatkan sepasang siswa yang diduga kuat berpacaran, seperti ditantang teman-temannya yang lain untuk berciuman. Disaksikan teman-teman mereka, kedua pasangan itu pun akhirnya saling berciuman dan berpelukan sambil disoraki. Sementara diam-diam, temannya yang lain merekam adegan pelukan dan ciuman itu, hingga akhirnya beredar luas di Kota Psp. Beredarnya video itu membuat anggota DPRD Psp dan dewan pendidikan jengah. Karena selain mencoreng dunia pendidikan Kota Psp yang selama ini dikenal sebagai Kota Pendidikan, adegan di video itu juga dinilai mencoreng nama baik SMAN 6 Psp.

Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 6 Psp, Sorimuda Harahap SPd, saat dimintai keterangannya seputar video tersebut mengakui, pasangan yang tampak dalam video tersebut benar merupakan anak didiknya kelas 3 IPS yang merupakan kelas unggulan. Namun dengan mempertimbangkan nama baik orang tua kedua pelajar itu dan psikologis kedua anak didiknya, ia menolak menyebutkan nama pasangan tersebut.

"Benar keduanya anak didik kita siswa kelas 3 di SMAN 6 ini. Tapi demi masa depan mereka, saya harap namanya jangan dibeberkan karena bisa mempengaruhi psikologisnya," terangnya.

Dikatakannya, pihaknya mengetahui beredarnya video tersebut pada tanggal 30 November lalu, saat salah seorang teman anaknya dari sekolah lain tanpa sengaja menunjukkan hal tersebut kepada dirinya. Ia pun meminta video itu dipindahkan ke-HP-nya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan, akhirnya pihak sekolah menemukan identitas kedua siswa yang berciuman dan berpelukan dalam kelas, dan juga siswa yang merekamnya dalam video.

Selanjutnya, pihak sekolah memintai keterangan dari para pelaku.

Pengakuan pasangan pelajar dan si perekam, terungkap bahwa adegan itu terjadi tanggal 27 November lalu saat jam istirahat. Kedua pelajar yang berciuman itu baru saja jadian pacaran, dan oleh teman-temannya si cowok diminta mencium pacarnya, hingga terjadilah adegan tersebut.

Mengetahui kronologisnya, pihak sekolah memutuskan memanggil orang tua siswa masing-masing, dan membuat surat perjanjian di atas kertas materai, bahwa jika masih melakukan kesalahan yang sama, akan dikeluarkan dari sekolah.

"Sudah kita buat surat perjanjian di atas materai. Kita tidak akan mengeluarkan mereka karena kita mengganggap sekolah masih bisa membina dan mengarahkan mereka. Untuk saat ini mereka masih tetap satu kelas dan satu ruangan, tapi kita terus melakukan pemantauan," pungkasnya

Sumber Pakar seks

Bisnis Penjaja Ponsel Mesum

Bisnis Penjaja Ponsel Mesum,aneh mendengarnya tapi ini di lakukan oleh seorang salesman coba mencari mangsa gadis muda berbekal nomor telepon yang ia dapatkan untuk urusan purna jual. Ia coba menjebak konsumen wanita itu dengan niat melakukan aksi mesum.

Namun beruntung sebelum sempat melakukan kejahatan, tersangka bernama Timothy Robert Shea berhasil dibekuk polisi di wilayah Arvada, Amerika Serikat.


Awalnya, korban bersama ibunya berkunjung ke toko ponsel di mana Shea bekerja. Dengan kedok untuk menguji coba apakah ponsel baru sang gadis bekerja dengan baik, Shea pun meminta nomor ponsel korban.

Namun ternyata, Shea mengirim pesan bernada rayuan mesum pada sang gadis. Untungnya, korban yang dirahasiakan namanya melaporkan tindakan tersangka pada ibunya, yang langsung menghubungi polisi setempat.

Polisi pun menyamar sebagai si gadis dan menjebak tersangka untuk bertemu di suatu tempat. Di tempat yang sudah dijanjikan, tanpa ampun polisi meringkus Shea.

"Remaja dalam kasus ini melakukan dengan tepat apa yang kami ajarkan, yakni memberitahu ibunya. Dan ibunya juga melakukan hal yang benar," tukas jaksa setempat, Scott Storey, seperti dikutip dari denverpost,

Diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat jika menghadapi kejadian serupa

calon Kepala Sekolah mesum dengan calon stafnya

Seorang calon Kepala Sekolah mesum dengan calon stafnya hal tersebut di ketahui Warga Desa Langkan, Kecamatan Langgam Senin (2/11) sekitar pukul 23.00 WIB menangkap calon Kepala Sekolah SMP 02 Langkan berinitial KR yang sedang melakukan hubungan intim dengan calon stafnya berinitial SN.

Sumber menitriau.com di Desa Langkan menyebutkan hubungan intim yang mereka lakukan sudah berkali kali namun pada Senin itu naas menimpa keduanya yang menyebabkan keduanya tertangkap basah oleh masyarakat sedang melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama itu di atas kursi.

Bahkan, anehnya untuk mengelabui warga mereka melakukan hubungan intim dengan cara duduk diatas korsi bergoyang goyang . Menurut keterangan, hubungan intim ini sudah sering kali dilakukan oleh mereka dan lokasinya tetap di rumah SN.
‘’Memang pada awalnya kita tidak curiga karena mereka seorang Guru di SMP 2 Langkan ini, Namun karena sudah terlalu sering kita jadi curiga, bahkan kecurigaan kita jadi kenyataan tepatnya pada tanggal 2 November 2009 warga menangkap mereka sedang melakukan hubungan intim sambil duduk di atas korsi,’’ ungkap warga Lankan yang minta identitasnya tidak disebutkan.




Diungkapkan, ketika ditangkp basah warga, kedua sedang bercumbu rayu di atas satu kursi, dan aat itu SN dalam keadaan setengah telanjang serta tangan KR meremas remas buah dada SN.


Sedangkan Kr dan SN saat hendak dikonfirmasi tidak dapat memberikan jawaban .Sementara itu, KapolresPelalawan, AKBP Arie Rakhman melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP, Iwan Lesmana saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut.

Namun, kata Kapolsek, hingga saat ini belum ada yang melaporkan merasa dirugikan dalam kasus ini, termasuk warga mapun aparat desa.

Poto Mesum SPG Rehat Naik Ranjang dari Kota Santri

Poto Mesum SPG Rehat Naik Ranjang dari Kota Santri, Kota santri dikejutkan kembali dengan munculnya foto mesum yang melibatkan sales promotion girl (SPG). Gambarnya cukup bersih. Diduga direkam menggunakan hand phone dan menyebar melalui fasilitas bluetooth. Dalam foto itu terlihat jelas sepasang anak muda tengah bermesraan.

Foto mesum tersebut saat ini sudah beredar luas dan sangat meresahkan banyak pihak. Setiajaya (25) salah seorang penunggu Warnet di Jalan Doktor Sukarjo Kota Tasikmalaya mengaku mengenal SPG itu. Katanya, SPG tersebut berinisial Yr (21), warga Garawangi, Kota Tasikmalaya.

Setiajaya kenal betul, karena Yr adik kelasnya semasa di SMAN V Kota Tasikmalaya. Setiajaya yakin foto itu belum menyebar di internet. Dia memperkirakan penyebarannya baru sebatas dari hand phone ke hand phone. Meski demikian penyebarannya cukup pesat.

Awalnya Setiajaya melihat foto tersebut dari hand phone temannya. Dia terkaget-kaget. Karena tidak menyangka yang selama ini diperbincangkan adalah Yr.

“Selain tidak pantas dilakukan, dia telah mencoreng SPG. Saya sangat menyayangkan sikapnya. Terlebih dia adik kelas saya. Dalam hal ini kedua orang tua harus lebih ketat untuk mengawasi," kata Setiajaya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kini Yr duduk di bangku kuliah semester VI salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung . Memang ia SPG. Tapi sebelumnya Yr sempat jadi model. Dan ia sudah dikenal di kalangan modeling Tasikmalaya.

Sementara itu, jajaran Satreskrim Polresta Tasikmalaya hingga kini masih melakukan penyidikan siapa yang menyebarkan foto itu; apakah pelaku sendiri atau orang lain.

Hasil penelusuran polisi, cowok di foto itu berinisial Al. Diduga, dia itu adalah pacarnya. Polisi telah menyiapkan pasal untuk menjerat pelaku. Yakni, pasal 282 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan. Ancamannya hukuman penjara maksimal 2 tahun.

dalam foto itu seorang perempuan muda berpose dengan setengah telanjang. Dibelakangnya seorang cowok memeluk mesra. Tak heran foto mesum itu dinamakan “SPG Rehat Naik Ranjang

Poto mesum PNS Setda Cilacap dengan karyawati sebuah bank

foto mesum PNS Setda Cilacap dengan karyawati sebuah bank, Di tengah kemeriahan peringatan hari jadi Kabupaten Cilacap ke-154, warga Cilacap dibuat gempar dan resah dengan beredarnya sejumlah foto mesra yang diduga adalah foto oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) dengan karyawati sebuah bank di Cilacap.

“Terus terang saya semula hanya penasaran, tapi ternyata ada teman yang memiliki file foto-foto dengan format bmp (bitmap) itu sehingga saya mengopinya. Kabarnya sih, pria itu seorang PNS dan teman wanitanya seorang teller bank,” katanya.

Dalam foto-foto yang diduga diambil menggunakan kamera telepon seluler dan telah mengalami reproduksi melalui proses pencetakan serta pemotretan ulang tersebut, tampak sesosok pria sedang berpelukan mesra dengan seorang perempuan. Kendati hanya terlihat muka hingga pundak, foto tersebut tampak sengaja diambil oleh sang pria saat mereka berada di dalam kamar sebuah hotel.

Selain itu, ada juga foto yang menggambarkan saat mereka sedang berciuman mesra meskipun hanya terlihat bagian muka dari arah samping.

Dalam Foto-foto itu, terlihat EP, tengah mesra dengan seorang wanita, yang merupakan seorang karyawan bank swasta setempat. Menurut Harno, seorang warga, foto-foto ini beredar luas melalui telepon seluler dan komputer warga. Foto-foto itu diduga diambil, saat keduanya tengah berbuat mesum di sebuah hotel kawasan Cilacap.

Terkait beredarnya foto mesum ini, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, memilih bungkam saat akan dikonfirmasi. Sedangkan Wakil Bupati Cilacap Tato Pamuji, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, akan segera melakukan pemeriksaan, perihal kebenaran foto mesum tersebut

Bahkan, pria tersebut dikabarkan telah beristri yang juga seorang PNS di lingkungan Setda Cilacap, sedangkan teman perempuannya juga telah bersuami dan memiliki seorang anak. sumber http://berita.liputan6.com/hukrim/201003/269030/Foto.Mesum.Staf.Wakil.Bupati.Resahkan.Warga

Pegawai Kandepag Padang Panjang Tertangkap Sedang Mesum

Pegawai Kandepag Padang Panjang Tertangkap Sedang Mesum,Pelaku tindak asusila memang tak pilih-pilih status dan lokasi. Seperti halnya perbuatan dua sejoli "Er" (26) dan teman wanitanya "Rt" (24). Keduanya yang sama-sama berstatus pegawai honor di Kantor Departemen Agama (Depag) Kota Padang Panjang itu, ditangkap warga saat berasyik masyuk di dalam sebuah rumah di lingkungan Kantor Depag Padang Panjang, Sabtu (13/3) lalu, sekitar pukul 22.10 WIB.

Kepala Satpol PP Kota Padang Panjang Sukma S.Sos didampingi Kasi Penyidik dan Penindakan Suryati mengatakan, penangkapan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan itu bermula dari masuknya laporan sejumlah pemuda yang berdomisili di Kel Tanah Pak Lambiak Padang Panjang Timur, yang merupakan lokasi tempat berdirinya Kantor Depag Padang Panjang.

Berdasarkan laporan yang masuk kata Sukma, pihaknya memperoleh informasi jika beberapa orang pemuda yang kebetulan sedang kongkow-kongkow di sebuah pos ronda (persis di depan Kantor Depag), mendapati gerak-gerik mencurigakan dari kedua pasangan tersebut.

Dimana sejak mulai dicurigai masuk lingkungan kantor dengan menggunakan sebuah mobil jenis Carry, hampir dua jam lebih mereka tak kunjung keluar. Seperti penuturan Asenk, salah seorang pemuda yang sekaligus saksi mata atas kejadian tersebut.

"Dari awal saja sebenarnya kami sudah sangat curiga dengan gerak-gerik mereka. Tapi kami juga nggak mau bertindak gegabah. Setelah sempat mengintip guna memastikan aksi mereka melalui celah-celah kaca kamar, akhirnya kami sepakat untuk menghubungi Satpol PP," ujar Asenk.

Petugas pun bergerak cepat. Hanya berselang 10 menit, sepasukan barcok sampai di lokasi. Sementara di dalam sana, "Er" dan "Rt" tetap asyik "bersitungkin-pungkin" tanpa menyadari jika aksi mereka telah menjadi tontonan sepasang mata petugas. Tak dapat berkata-kata lagi karena sudah tertangkap basah, keduanyapun hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Mako Pol PP Padang Panjang.

"Beruntung tidak ada aksi anarkis dari pemuda dan masyarakat pada malam kejadian itu. Setelah diamankan di markas, malam itu juga kita langsung memanggil pihak-pihak terkait seperti Depag, lurah, LPM, ketua RT dan unsur pemuda setempat," kata Sukma.

Dalam pertemuan malam itu, pihak Depag Padang Panjang mengakui jika pasangan "Er" dan "Rt" memang tercatat sebagai pegawai honor di Kantor Depag Padang Panjang. "Er" sendiri adalah petugas keamanan di kantor itu dan "Rt" merupakan guru honor di Taman Kanak-kanak (TK) milik Depag Padang Panjang.

Kasatpol PP menyebutkan, sesuai Perda No 3 Tahun 2004 tentang penyakit masyarakat, tindakan keduanya yang telah menodai julukan Kota Serambi Mekkah itu, tetap akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara perihal kelanjutan nasib asmara dua pegawai honor tersebut, sepenuhnya diserahkan kepada pihak Depag

Asisten Afdeling VI Mesum dengan bidan poliklinik

Asisten Afdeling VI Mesum dengan bidan poliklinik, Betapa malunya Riyono (43) Asisten Afdeling VI, Kebun Sei Sumut, Labuhan Batu Selatan. Dini hari kemarin (12/3) dia dipergoki anaknya sedang indehoi dengan selingkuhannya, Teti Herlina Br Rambe, seorang bidan poliklinik kebun tempat Riyono bertugas. Keduanya ditemukan setengah bugil.

Aksi mesum Riyono itu dipergoki putranya Gibran (17) dan putrinya Dina (16). Pasangan di luar nikah itu didapati sedang bobok berdua di kamar belakang rumah orang tuanya, Asramah yang berada di Desa alang Suka, Kecamatan Galang.

Begitu tertangkap tangan usai berzinah, Asisten Afdeling VI ini bersama selingkuhannya digiring oleh Kepala Desa Galang Suka Ahmad Rifai Nasution dan Kadus setempat Kanto, juga Kapolsek Galang AKP M Nasir Tanjung.

Setelah diperiksa beberapa saat di Polsek Galang, pasangan mesum itu lantas diboyong ke Mapolres Deliserdang. Hingga kini pasangan mesum itu masih tetap diamankan di sel tahanan utama.

Seperti pengakuan Gibran, terungkapnya perzinahan yang dilakukan bapaknya itu berawal pada Kamis (11/3) siang, sekira pukul 11.30 Wib. Sepulang kuliah, Gibran tanpa sengaja melihat bapaknya tengah berboncengan mesra dengan Teti di sebuah tempat di Kota Medan.

Menyaksikan itu, Gibran yang tinggal di rumah opungnya di wilayah Marendal Medan lantas membuntuti. Ternyata sepeda motor yang ditumpangi orang tuanya itu dibawa ke rumah neneknya, Asramah di Galang Suka.

Tadinya Gibran hendak melabrak orang tuanya. Namun niat tersebut urung dilakukan. Sebab Gibran ingin menggerebek bapaknya dan teman selingkuhannya itu dalam kondisi sedang berzinah.

Karena itu pula Gibran lantas balik ke kota Medan dan melaporkan hal itu kepada keluarganya. Ibunya Rozaini serta adiknya Dina dan pamannya yang kala itu berada di rumah opungnya di Marendal.

Ibu dan anaknya ini lantas menyusun rencana. Hingga malam tiba sekira pukul 22.00 Wib, Gibran bersama adiknya Dina serta pamannya berangkat ke Kota Galang. Setiba di Galang, ketiganya lantas melapor ke Polsek setempat.

Pihak Kepolisian Sektor Galang yang menerima pengaduan Gibran pun segera merespon hal itu dengan memanggil Kepala Desa setempat serta Kepala Dusun guna melakukan penggerebekan.

Singkat cerita, Jumat (12/3) dini hari, sekira pukul 02.00 Wib, rombongan kecil ini lantas bergerak menuju rumah nenek Gibran di Desa Galang Suka, Kecamatan Galang.

Setiba di sana, Gibran yang mendengar suara ketukan adik Riyono yakni Ros yang sedang membuka pintu. Begitu pintu dibuka, Gibran bersama adik perempuannya langsung meringsek ke kamar belakang tempat bapak mereka dan Teti tengah bercumbu mesra.

Tiba di pintu kamar Gibran langsung mendrobak pintu hingga terbuka. Begitu terbuka Gibran dan adiknya Dina pun jelas melihat bapak mereka tengah bobok berdua dalam kondisi setengah bugil.

Menyaksikan kehadiran kedua buah hatinya sang bapak sempat marah. “Ngapain kalian ke mari? Kok ganggu bapak ha!” bentak Riyono. Gibran yang kesal langsung menjawab, “Bapak yang tak punya otak, ngapain pulak bapak sama lonte itu di kamar berdua.”

Saat itu Dina yang tak senang dengan perilaku bidan desa itu yang dianggap telah menggangu rumah tangga orang tuanya langsung meludahi muka Teti. “Dasar perempuan nazis tak tahu malu,” bentak Teti sembari meludahi wajah si bidan desa itu.

Sementara Kapolsek Galang bersama Kades setempat serta puluhan warga lainya yang menunggu di luar rumah segera melakukan antisipasi agar tak terjadi kegaduhan. Dini hari itu juga pasangan mesum itu digiring ke Polsek Galang dan lantas diboyong ke Mapolres Deliserdang guna penyidikan.

Hingga Jumat (12/3) sore, sekira pukul 15.00 Wib, Gibran bersama ibunya Rozaini serta kerabat keluarga lainnya mendatangi Mapolres Deliserdang. Kedatangan ibu dan anaknya itu ternyata hendak buat pengaduan seputar perzinahan yang dilakukan Riyono serta Teti. Laporan itu tertuang dalam LP/168/III/2010/DS tertanggal 12 Maret 2010.(pasta)

Dimesumi 3 Pria, Direkam dari Balik Pohon Sawit

Dimesumi 3 Pria, Direkam dari Balik Pohon Sawit , “Saat itu, aku melihat Bunga sedang minum-minuman keras dan merokok bersama Fadel, Roi, Pai, Danu, dan Hendrik. Fadel sudah tak berpakaian sekolah lagi,” beber Icha yang mengaku tak melihat langsung aksi mesum yang direkam lewat kamera handphone itu.

“Aku pulang dari sana sudah jam setengah empat sore. Orang itu aku tinggal. Aku pulang sama Tias,” sambungnya.


Lagi-lagi Icha mengaku tak mengetahui jika sahabatnya, Bunga, akhirnya mabuk dan dimesumi 3 temannya dan direkam lewat kamera handphone dari balik pohon sawit. Bahkan sampai keesokan harinya, Kamis (4/3), saat Icha dan Bunga kembali ke sekolah, tak ada tersiar kabar apapun

“Tak ada pembicaraan Bunga soal aksi mabuk-mabukan di perkebunan sawit itu, apalagi bercerita adegan mesum,” katanya.

Barulah dua minggu kemudian Icha mengaku mendapat informasi dari Ika, teman sekampungnya yang duduk di bangku SMA, kalau Bunga dimesumi 3 pria dan direkam lewat kamera handphone oleh 2 temannya yang lain. “Kakak Ika bilang sama aku, ada teman cewek di sekolahku buat film porno. Aku sempat terkejut dan mencari tahu siapa cewek yang dibilang kakak Ika itu,” kata siswi SMP Perdagangan ini.

Penasaran dengan cewek yang dimaksud, Icha menanyakan dari mana ia melihat film porno itu. “Kak Ika bilang, kalau dia tahu dan melihatnya dari handphone pacarnya. Dan aku pun sempat melihat film itu. Dan ternyata perempuan yang ada di rekaman itu adalah Bunga,” pungkas cewek berwajah manis ini.

Icha pun langsung mengirim SMS kepada Bunga, mempertanyakan perihal video mesum itu. Namun Bunga membalas SMS, dan meminta sahabatnya itu tak perlu membahas dan bertanya.

“Si Bunga asal aku tanya selalu bilang nggak usah diurusi kali. Bunga juga bilang melalui SMS bahwa dia tidak ngapai-ngapai waktu dibawa teman-teman prianya. Pokoknya dia bilang tak usah diungkit-ungkit. Aku dibilang biar jangan ngaruk kali,” kata Icha.

Tak puas bertanya lewat SMS, Icha juga selalu bertanya kepada sahabatnya itu kala berada di sekolah. “Saat aku tanya, jawabannya selalu sama. Aku diminta tak perlu mengurusinya dan tak usah bertanya-tanya. Akhirnya aku jadi malas cakap sama dia,” tambah Icha.

Begitupun, tak hanya Icha yang mendapat kabar soal aksi mesum Bunga itu. Seluruh teman-teman Icha di sekolah juga sudah mengetahuinya bahkan telah menyimpan video mesum itu di handphonenya masing-masing. Video itu menyebar lewat bluetooth. Itu juga yang membuat Bunga gerah.

“Karena banyak mendengar video porno itu, Bunga gerah juga dan sempat bertanya kepada Pak Edi. Bunga bilang bahwa penyebar video itu bisa dimasukkan ke penjara karena sudah mencemarkan nama baiknya,” kata Icha lagi. Bunga pun menjadi bahan gunjingan di sekolahnya. Setiap siswa selalu mempertanyakan aksi mesumn yang dilakukannya. Tgeman-teman sekolahnya juga menyatakan Bunga tidak perawan lagi. Mendengar itu Bunga pun buka mulut kepada Icha dan teman-temannya.

“Gini kata Bunga sama kami: biar kalian tahu ya, kecil lubang semut, lebih kecil lagi punya aku,” kata Icha mengulangi ucapan Bunga. Namun, ketika ditanya apakah dia masih perawan, Bunga tak mau mengaku dan lebih memilih diam.

Herannya, kata Icha, setelah beredarnya video mesum itu, Kamis (11/3), Bunga kembali berkumpul dengan teman-teman prianya. Mereka pergi ke Sungai Lobang “Bunga sendiri yang mengaku pergi ke Sungai Lobang. Mereka minum-minuman keras juga,” tukas Icha. (besok baca adegan per adegan mesum yang terekam lewat handphone

Rumah Dinas Sekda Deli Serdang Tempat Pemerkosaan Cewek SMA, l Perawan Direnggut

Rumah Dinas Sekda Deli Serdang Tempat Pemerkosaan Cewek SMA, l Perawan Direnggut, Para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab Deliserdang, Selasa (9/3) heboh pasca tersiarnya pemerkosaan seorang siswi SMA di rumah dinas Sekda Deli Serdang, Drs H Azwar S MSi. Akibat perawannya direnggut paksa, kemaluan Bunga —nama samaran— berdarah-darah hingga harus dirawat inap.

Peristiwa aib cewek 16 tahun yang masih duduk di kelas II salah satu SMA di Lubukpakam itu, terjadi pada Minggu (7/3) sekitar pukul 17.30 Wib. Pelakunya tak lain adalah pacarnya sendiri, S alias Diki (19). Bunga diperawani paksa di kamar tidur rumah dinas yang tepat berada di depan Kantor Bupati DS.

Informasi dihimpun, sejak dua tahun belakangan, Bunga tinggal dengan neneknya di Lubukpakam. Perantauan cewek langsing berkulit putih ini dari Kec Bogas Maligas, Kab Simalungun, demi mengecap pendidikan yang lebih baik di bangku SMA.Sejak 4 bulan lalu, Bunga berpacaran dengan S alias Diki, pemuda asal Desa Jatisari, Lubukpakam. Sang pacar bekerja sebagai cleaning service di rumah dinas Wakil Bupati DS

Pengakuan S alias Diki di hadapan petugas, Minggu sore itu, mereka janjian ketemu di sebuah wartel di Jl Diponegoro, Lubukpakam. Tiba di sana, Diki lalu membonceng Bunga naik sepeda motornya. Selama berkeliling dan singgah di beberapa tempat, pikiran kotor tiba-tiba muncul di benak Diki. Tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan, Diki kembali membonceng Bunga berkeliling komplek perkantoran Pemkab DS.

Tiba di rumah dinas Sekda DS, Diki membawa sepeda motor masuk. Bunga pun digiringnya hingga ke salah satu kamar tidur paling belakang. Di sinilah Diki mulai melancarkan kata-kata rayuan agar mau berbuat mesum dengannya.

Penolakan Bunga, membuat Diki jadi beringas. Diki langsung main paksa. Meski Bunga meronta, Diki tak peduli. Diki terus membuka paksa celana jeans dan seluruh pakaian dalam Bunga.

Bagai singa kelaparan, Diki dengan lahapnya menggerayangi tubuh Bunga. Hari itu juga kesucian cewek belia ini, direnggut paksa. Begitu puas dan mencapai klimaks, barulah Diki sibuk merayu Bunga agar tak terus menangis.

Tak henti menangis akibat kesuciannya dirampas, Bunga lalu diantar pulang oleh Diki. Belum lama tiba di rumah neneknya, tiba-tiba darah segar keluar dari kemaluan Bunga.

Kondisi itu membuat Bunga dan keluarganya panik. Terlihat semakin lemah, Bunga akhirnya dilarikan ke RSU Deliserdang dan dirawat intensif di ruang IGD. Meski awalnya bungkam, desakan keluarga membuat Bunga buka mulut.

Setelah dipindahkan ke ruang 8 rawat inap Melati, POSMETRO MEDAN kemarin menyambangi Bunga. Semula, nenek yang menjaganya menyambut dengan ramah. Kesedihan hati akan nasib cucu kesayangan pun sempat diutarakannya. Tapi begitu mengetahui identitas wartawan, mereka langsung bungkam. Keluarga yang ditimpa aib ini, berharap penderitaan Bunga tak dipublikasikan.

Namun sebelum perubahan sikap itu, Bunga, nenek dan kedua temannya sempat membeberkan aksi bejat Diki. Pada wartawan, salah seorang rekan Bunga lah yang paling bersemangat mengisahkan ulang peristiwa di rumah dinas Sekda DS itu.

Keterangan temannya itu, dibenarkan Bunga dengan menganggukan kepalanya. Tak lebih dari itu, cewek belia tersebut juga kedua temannya maupun neneknya tak lagi bersedia memberikan keterangan.

Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Deliserdang, Ibda Devi mengatakan, kasus pemerkosaan itu memang terjadi di salah satu kamar belakang rumah dinas Sekda DS, Azwar .Namun ponsel Azwar yang coba dihubungi, tak kunjung aktif. Disambangi ke kantornya, Azwar juga ada. Salah seorang pegawai wanita berkulit hitam manis di sana mengatakan, atasannya itu tengah berada di Jakarta dalam rangka tugas. (pasta)

Dikenal Sopan Ternyata Bejat

RUMAH dinas Sekda Deli Serdang, tempat Diki ‘mengeksekusi’ perawan Bunga, bagai hotel gratis bagi sejumlah pegawai Pemkab Deli Serdang. Dengan fasilitas yang lumayan lengkap, kamarnya sering dijadikan tempat mesum.Hal itu awalnya diketahui dari pengakuan tersangka Diki. Saat diperiksa penyidik, Diki mengaku, sebelum membawa kekasihnya ke dalam rumah dinas itu, terlebih dulu dia menunggu giliran.

Sebab waktu itu, seorang sekuriti yang mereka gelari dengan sebutan Ompung, sedang indehoi bersama seorang wanita. Begitu melihat Ompung keluar dari rumah dinas bersama wanitanya, barulah Diki masuk menggiring Bunga.Perbuatan bejat itu berujung penjara bagi Diki. Hanya beberapa jam setelah aksinya, Diki diciduk pihak keluarga Bunga yang kemudian menyerahkannya ke Unit PPA, Sat Reskrim, Polres Deliserdang.

Orang tua Diki yang ditemui di rumah mereka yang sederhana di seputar Kecamatan Lubukpakam, tanpa sungkan bercerita soal apes putra kedua dari ketiga anaknya. Hanya saja, peristiwa sebenarnya sangat terbatas mereka tahu.Kata bapak bertubuh gemuk, kejadian itu baru mereka tahu sekitar pukul 20.00 Wib. Saat itu, pasutri ini tengah kedatangan beberapa tamu yang ternyata pihak keluarga Bunga.

Keluarga Bungalah yang langsung menjemput Diki. Alasan keluarga cewek malang itu, Bunga tiba-tiba sakit dan sedang dirawat di RSU Deliserdang. Malam itu juga, dengan ditemani kedua orang tuanya, Diki menuruti ajakan tersebut.Tapi setiba di rumah sakit, kericuhan tak bisa terelakkan. Sebab beberapa paman Bunga yang tak senang dengan perlakuan Diki, nyaris mengamuk. Beruntung kegaduhan itu berhasil dilerai keluarga.

Kedua pihak akhirnya sepakat untuk menenangkan persoalan itu, hingga menunggu kedatangan SU (40), ibu Bunga dari Bogas Maligas, Simalungun. Begitu tiba dini hari kemarin di rumah sakit milik Pemkab Deli Serdang itu, SU langsung meminta para kerabatnya menyerahkan Diki ke polisi. Pukul 04.00 Wib itu juga, Diki diboyong ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Deliserdang.

Sopan Ternyata Bejat

Hubungan asmara antara Bunga dan Diki, menurut keterangan beberapa teman Bunga, berawal dari perkenalan kedua sejoli itu sekira 4 bulan lalu. Lewat hubungan seluler saling berkirim SMS, Diki berhasil mengapeli Bunga.Selama masa perkenalan hingga akhirnya janjian untuk jadian, teman-teman Bunga serta keluarganya, menilai Diki adalah pemuda yang sopan. Saban malam mingguan, Diki selalu mengapeli Bunga.

Bahkan untuk mencuri perhatian kekasihnya itu, tak jarang Diki membawakan oleh-oleh berupa coklat atau jajanan lainnya. Melihat sikap perhatian Diki itu pulalah yang membuat cewek berwajah manis itu luluh, hingga menerima Diki sebagai pacarnya.

Sayangnya, waktu menjawab semua. Ternyata Bunga telah salah memilih pria untuk dijadikan kekasihnya. Terbukti, orang yang semula disayangi justru tega merampas paksa kesuciannya.Karena perilaku bejatnya itu pula, Kasat Reskrim Polres Deliserdang kini mengganjar Diki dengan UU RI Nomor 22 tahun 2002 tentang perlindungan terhadap anak di bawah umur. sumber

Lucu dan Unik PSK Tertangkap Mesum di Sawah di Kejar Pol PP

Lucu dan Unik PSK Tertangkap Mesum di Sawah di Kejar Pol PP, Jatuh cinta kadang membuat orang lupa segalanya. Kadang norma yang ada dilanggar demi memuaskan hasrat. Seperti dua sejoli asal Situbondo ini dengan alasan dimabuk cinta melakukan perbuatan asusila.

Keduanya tertangkap basah sedang berhubungan intim di persawahan di Kelurahan Dawuhan,Kecamatan Situbondo. Adalah Satuan Polisi Pamong Praja atau biasa disingkat Satpol PP menangkap sepanjang kekasih ini saat patroli pada pukul 15.00 WIB, Rabu (31/3/2010).

Sepanjang kekasih ini awalnya ketakutan melihat petugas Satpol PP. Keduanya melarikan dan sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Sang pria bisa melarikan diri namun sialnya sang wanita berhasil 'tertangkap'.

Tapi sebelumnya polisi ekstra keras merayunya agar keluar dari persembunyiannya. Sang wanita bersembunyi di tengah sawah yang penuh lumpur. Untuk membujuknya petugas mendatangi sang wanita yang diketahui bernama Lia Susmiyani (24), warga Desa Olean, Kecamatan Situbondo.

Lia mengakui kalau dirinya memang hendak melakukan hubungan intim di kebun sawah dekat areal persawahan itu. Lia juga mengaku kalau dirinya memang berprofesi sebagai penjajah seks komersial (PSK).Kebun pisang di dekat sawah kata dia menjadi tempatnya untuk melayani pria hidung belang yang ingin berkencan dengannya. "Setiap ada tamu yang mau kencan dengan saya, ya tempatnya di kebun pisang itu,"

Lia kemudian dibawa ke markas Satpol PP. Lia diberi surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika mengulangi maka tindak pidana ringan menunggunya. "Dia mengaku sebagai PSK, kami sendiri memang selalu melakukan patroli ke sejumlah tempat yang sering digunakan untuk berbuat mesum," ungkap Kasi Operasi Satpol PP Mugiyono.

Mesum 4 Jam Tanpa Kondom

Patogen dibunuh oleh aktivitas enzim pencernaan atau respiratory burst yang mengeluarkan radikal bebas ke fagolisosom. Fagositosis berevolusi sebagai sebuah titik pertengahan penerima nutrisi, tetapi peran ini diperluas di fagosit untuk memasukan menelan patogen sebagai mekanisme pertahanan.

Fagositosis mungkin mewakili bentuk tertua pertahanan, karena fagosit telah diidentifikasikan ada pada vertebrata dan invertebrata.

Namun, justru Corbitt yang terus membuka kisah mesumnya dengan Ashley, wanita cantik berusia 28 tahun ini kepada the News of the World mengungkapkan jika Ashley mengaku sudah menikah setelah keduanya ML bersama.

“Ketika dia menelepon saya dan saya berteriak menanyakan padanya, “Apa yang salah dengan dirimu? Kenapa kamu berbohong. Kenapa kamu ML dengan saya di balik punggung istrimu?”

“Tapi dia hanya membalas, dia tidak tahu. Dia mengakui dia berbohong sebelumnya dan kemudian terekspos media. Dia begitu terkejut ketika saya menanyakan hal ini, karena itu saya berpikir dia akan menuai masalah,” imbuh Ann.

Ashley merayu Ann ketika Chelsea menjalani tur di Amerika, Juli silam, “Semuanya terjadi begitu saja, MLnya kurang dari tiga atau empat jam. Saya sangat tepesona betapa mesumnya dia dan betapa dia sangat membutuhkan.

“ML itu seperti dengan pacar sendiri, seseorang yang Anda cintai. Ashley melepas semua baju dan terjadi begitu saja. Dia kreatif dan petualang cinta. Pada akhirnya dia orgasme dan demikian pula saya. Dia tidak hanya menyenangkan dirinya sendiri tapi juga pasangannya,” imbuh Ann.

“Ketika kami tertidur, dia masih ingin mengendus-endus. Saya tidak suka tidur seperti itu dan dia membuat saya menjadi horny. Tapi kami tidak memakai kondom, namun dia romantis, ketika saya bergeser, dia memegang tangan saya dan tetap melakukan kontak, itu manisnya,” jelas Ann.

SPG Cantik Tangan dan Kaki Terikat Dimesumi

SPG Cantik Tangan dan Kaki Terikat Dimesumi, Esti (19), nama samaran, sales promotion girl (SPG) di Pakuwon Trade Center (PTC) ini telah menjadi korban penyekapan dan perkosaan selama tujuh jam oleh pria yang pernah dikenalnya.

Pelakunya Erik Priyantono (18), pria yang pernah berpacaran dengan korban semasa SMA. Kelakuan Erik buruk karena pernah ditahan Polsek Benowo dalam kasus narkoba.

Kasus yang menimpa Esti ini dibongkar anggota Kepolisian Sektor Tandes, Rabu lalu. Kini tersangka mendekam di sel Polsek.

Penyekapan disertai perkosaan terbongkar setelah gadis cantik asal Manukan itu mengirim SMS kepada temannya. Isinya: "Tolong beritahu ke ibu kalau aku disekap dan mau dibunuh oleh Erik di rumah indekosnya dekat kafe Fra Wijaya."

Mendapat SMS itu, teman korban mendatangi ibu Esti. Pihak keluarga langsung melapor ke Polsek Tandes, yang berjarak sekitar 2 km dari rumah korban. Kapolsek Tandes Ajun Komisaris Supardi bersama Kanit Reskrim Ipda Nas Gesiraja langsung meluncur ke tempat korban disekap.

Setiba di pertigaan depan SDN Dukuh Kupang I, sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan polisi yang membawa teman korban berpapasan dengan tersangka yang tengah membonceng korban menggunakan Honda Vario L 5705 WA.

"Teman korban langsung menunjuk bahwa pasangan itu adalah Erik dan korban. Ya langsung kami tangkap," kata AKP Supardi.Saat itu juga Erik digelandang ke rumah indekos yang dipakai menyekap korban di kawasan Jalan Putat Jaya Baru Gang IIB.

Di kamar inilah tersangka memeragakan semua perlakuannya terhadap korban. Pemuda asal Lamongan ini mengancam membunuh korban jika tidak mau melayani nafsu birahinya.

Korban sempat ditinju wajahnya karena mencoba berontak. Bahkan, tersangka menyumpal mulut korban dengan kain handuk putih berukuran 20 x 30 cm.

Tak itu saja, tangan korban diikat dengan sarung guling dan kaki diikat dengan kain biru. Setelah korban tidak berdaya, tersangka melampiaskan nafsunya tiga kali.

Kaus hitam milik korban yang dipakai membersihkan seusai berhubungan badan disita polisi sebagai barang bukti.

Kisah sedih itu berawal dari penjemputan korban di rumahnya di kawasan Manukan, Rabu sekitar pukul 08.30 WIB. Ketika menjemput, tersangka menyatakan ingin mengantar korban kerja di PTC.

Karena sudah saling kenal dan pernah pacaran selama setahun saat korban masih SMA, tetapi kemudian putus, ibu korban tidak curiga.

Dalam perjalanan menuju ke PTC, ternyata korban dibelokkan ke Kafe Fra Wijaya di kawasan Putat. Sekitar pukul 09.30 WIB, tersangka mengajak ke rumah kosnya yang tidak jauh dari kafe.

Kamar berukuran sekitar 3 x 4 meter itu langsung dikunci tersangka, dan korban langsung ditodong dengan tatah kayu. Drama penyekapan berakhir ketika tersangka mengajak korban makan siang di luar rumah indekos.

Kapolsek Tandes AKP Supardi menjelaskan, tersangka dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun. Intinya, tersangka memaksa seseorang untuk berhubungan badan disertai ancaman

Foto Mesum Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Qomariyah Ponco di facebook

Foto Mesum Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Qomariyah Ponco di facebook,Sebuah akun Facebook kembali membuat geger. Kali ini bukan soal kisah cinta antara dua ABG yang merepotkan orang tua masing-masing. Akun itu berisi gambar mesum Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Jawa Tengah.

Akun facebook tersebut bernama Qomariyah Ponco. Sekadar diketahui, Qomariyah tak lain adalah nama Bupati Pekalongan. Sedangkan Ponco adalah sang wakil bupati. Masing-masing bernama lengkap Siti Qomariyah dan Wahyudi Ponco Nugroho.

Di album foto akun tersebut, terdapat 22 foto seronok Qomariyah dan Ponco. Sebagian besar foto-foto itu memuat gambar Qomariyah hanya mengenakan pakaian dalam. Beberapa lainnya, lebih vulgar lagi.

Qomariyah ponco merupakan salah satu topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat khusunya masyarakat pekalongan, karena lewat foto skandal Bupati dan wakil bupati tersebut menyita banyak sekali perhatian dari masyarakat luas, Foto yang di beri judul valentine 2009, dimana dalam foto tersebut menggambarkan bagaimana intimnya kedua pasangan pemimpin rakyat di pekalongan tersebut bermesraan di sebuah kamar hotel, atau jangan-jangan di rumah dinas hee

Foto facebook qomriah ponco tersebut bisa anda lihat semuanya di alamat Facebook yang diberi nama Qomariyah Ponco - Valentine Day 2005, banyak komen yang menghujat dan sedikit menghina pemimpin mereka tersebut,

Pada foto mesum Bupati dan Wakil Bupati yang beredar di facebook Qomariyah Ponco itu juga tertulis kata-kata "Kemesraan modal awal membangun komitmen bersama untuk menjadi Bupati dan Wakil....berikut hobi menyalurkan birahi di hari valentine"

Dalam sebuah album foto lain yang diupdate pada tanggal 5 Februari, memuat 22 foto sang Bupati, dua foto diantaranya adalah foto mesra Bupati dengan wakilnya, bahkan 2 foto yang lainnya adalah foto telanjang dada Siti Qomariyah.

Facebook Qomariyah Ponco yang terlihat terakhir di update pada 5 februari 2010 jam 22:08 Wib, dan pada update terakhir tersebut terlihat sebuah pesan dengan bunyi "Mau tau lebih lengkap tajam dan fakta aktual tunggu di hari valentine.......," katanya.

Akun Facebook Qomariyah Ponco saat ini terlihat banyak diserbu oleh para facebooker lainnya, dan dari berbagai komentar yang dapat terlihat komentar-komentar tajam yang dilayangkan oleh para facebooker. Selebihnya ada juga para facebooker yang menyesalkan pembuatan akun tersebut, karen kasus ini adalah kasus lama yang sudah di tutup.

Saya sendiri sampai sekarang belum mendapatkan alamat facebook Qomariyah Ponco ini, akan tetapi saya telah mendapt beberapa foto syur dari pasangan bupati dan wakil bupati ini

Bukit Mesum kawasan perbukitan Khusus Mesum

Bukit Mesum kawasan perbukitan Khusus Mesum, Kawasan "Bukit Mesum", yakni kawasan perbukitan yang menghubungkan jalan tembus di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, dijaga ketat personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Situbondo sejak Rabu (10/2/2010).

Penjagaan dilakukan menyusul sering tertangkapnya sejumlah pelajar yang hendak berbuat mesum di kawasan perbukitan tersebut sehingga warga sekitar menjuluki "Bukit Mesum". “Ada beberapa personel Satpol PP yang ditugasi berjaga di kawasan perbukitan itu,” jelas Mugijono, Kepala Seksi Ops Pol P

Anggota Satpol PP yang ditugaskan di kawasan itu mulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berakhir hingga pukul 18.00 WIB karena pada saat tersebut biasanya para pelajar mulai berdatangan menuju kawasan yang terlindungi perbukitan itu.

Meskipun di kawasan perbukitan menyimpan panorama yang indah, keindahan pemandangan Kota Situbondo dari atas bukti sering dimanfaatkan para pelajar untuk melakukan perbuatan mesum.

Ibu Guru Kencani Siswa berusia 15 tahun

Ibu Guru Kencani Siswa berusia 15 tahun, Selama ini kita selalu patuh dengan yang namanya guru, sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu membimbing dan mengajari kita. Agar semakin baik seorang guru harus bisa menjadi panutan sekelilingnya. Bisa digugu dan ditiru (didengar dan diteladani, red). Namun guru yang satu ini memang agak aneh, entah memang "butuh" atau cari "brondong".

Lantaran terobsesi dengan salah satu siswa laki-laki berusia 15 tahun, seorang ibu guru yang mengajar di South Leicestershire College di Wigston, Inggris ini melakukan hal-hal tak pantas hingga ia harus mendekam di tahanan. Ia dituduh pernah telanjang dan bersebadan dengan bocah itu.

Anne Poli Page (47), mengatakan kepada bocah yang bersekolah di tempat lain itu, bahwa dirinya memiliki perkembangan hormon yang buruk dan tidak bisa menunggu sampai dia berusia 16 tahun. Bocah itu sendiri, sebenarnya adalah sahabat salah satu dari tiga anaknya.

Wanita yang menjadi orangtua tunggal itu pernah mendatangi sekolah sang bocah empat kali dan berpura-pura menjadi ibunya. Suatu kali, seorang staf mengatakan ia sakit sehingga mereka bisa menghabiskan hari bersama-sama.

Pengadilan mendengar bagaimana Poli Page rutin ke sekolah - yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum - awal tahun lalu dengan memberinya makanan dan hadiah berupa raket tenis. Dia juga membayar tagihan telepon selularnya.

Karena alasan itu, Poli Page kemudian diskors dari South Leicestershire College setelah sang bocah melaporkan hubungannya itu kepada gurunya. Hakim Leicester mendengar bahwa Poli juga pernah mengandung bayi hingga tujuh tahun dengan seorang pemuda berusia 17 tahun. Sebelumnya ia juga telah diperingatkan tentang perilakunya yang tidak pantas dengan siswa laki-laki lain.

Selama sidang Senin lalu, dia diperintahkan untuk menandatangani semua tuduhan itu.

Poli Page, perempuan asal dari Blaby, Leicestershire ini mengaku bersalah telah mengganggu remaja lewat SMS dan panggilan telepon. Namun dia menyangkal melakukan penyerangan seksual.Dia kemudian dibebaskan dengan jaminan dan mengatakan tidak akan mengulangi perbuatannya

Pelajar MTsN Model Samarinda Mesum Di Dalam kelas

Pelajar MTsN Model Samarinda Mesum Di Dalam kelas, Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa terbongkarnya kasus itu bermula dari laporan kepada seorang guru yang menyebut adanya perbuatan mesum sejumlah pelajar MTsN Model di Samarinda itu.

Pada minggu pertama dan kedua Februari 2010, MTsN Samarinda itu kemudian membentuk tim khusus untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Tim kemudian memantau dengan cara meninggalkan ruang kelas dan melarang pelajar keluar dari ruangan.

Hasilnya, mereka menemukan 14 pelajar, yang terdiri dari 7 pelajar putri dan 7 pelajar putra mulai kelas I hingga kelas III, melakukan perbuatan tak senonoh di dalam kelas.

"Mereka kedapatan melakukan perbuatan mesum di dalam kelas pada jam istrahat atau di belakang gedung sekolah. Bahkan ada yang melakukannya di hadapan pelajar lain," ujar seorang pelajar kelas III MTsN Model Samarinda, Sidiq Irjali.

Pelajar MTsN Model Samarinda lainnya, Hariyadi, mengaku malu dengan kejadian tersebut.

"Kami sudah lama mendengar informasi itu, bahkan di sekolah isu tersebut sudah menyebar. Selain melakukan perbuatan tak senonoh seperti berpeluk-pelukan di dalam kelas dan di areal sekolah, di antara mereka yang dikeluarkan itu juga sering merokok," kata Hariyadi.

Pelajar Berbuat Mesum Saat Jam Istirahat


Sebanyak 14 pelajar Madrasah Tsanawiah Model Samarinda, Kalimantan Timur, dipecat akibat berbuat mesum di dalam kelas. "Saya menerima laporan pemberhentian itu beberapa waktu lalu," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Harimurti, Rabu (10/2/2010).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda itu mengaku mendukung kebijakan pihak sekolah yang memberhentikan 14 pelajar yang dinilai telah melanggar aturan sekolah."Saya mendukung kebijakan sekolah sebab ini akan menjadi pembelajaran bagi pelajar lainnya. Diberhentikan bukan berarti anak itu putus sekolah, melainkan hanya diangkat dari lingkungan sekolah itu," katanya.

"Kami akan mencari solusi agar mereka tetap bisa sekolah, termasuk membantu mencari sekolah yang akan menerima mereka," kata Harimurti.Terkait dengan perbuatan mesum yang dilakukan ke-14 pelajar MTsN Model Samarinda itu, Harimurti tidak bersedia memberi penjelasan lebih rinci.

"Pada laporan itu hanya disebutkan bahwa mereka diberhentikan akibat melanggar aturan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda itu.