Showing posts with label waria. Show all posts
Showing posts with label waria. Show all posts

Bahasa Gay/bencong Yang Sering Digunakan

Bahasa Gay/bencong Yang Sering Digunakan, Perkumpulan Homoseksual GAYa Nusantara menyatakan konferensi "International Lesbian, Gay, Biseksual, Trans and Intersex Association" (ILGA) tetap digelar di Kota Surabaya, meski terjadi penolakan dari sejumlah ormas Islam. Ketua GAYa Nusantara adalah Rafael Hendrikus Da Costa.

Seperti yang kita ketahui bersama, para bencong/waria memiliki komunitas sendiri dan tentu ‘bahasa’ mereka sendiri. Berikut ini adalah beberapa istilah yang berasal dari komunitas mereka dan digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Berikut Bahasa Gay/bencong/waria atau Bencong yang Sering Di Gunakan ;

Akika = Aku
Begindang = Begitu
Belalang = Beli
Belenjong = Belanja
Beranak Dalam Kubur = Berak
Cacamarica = Cari
Cucok = Cocok
Cumi = Cium

Capcus = Pergi
Diana = Dia
Endaaaaaaaaaang = Enak
Eike = Aku
Ember = Emang
Gilingan = G1la
Hamidah = Hamil
Hima Layang = Hilang
Jali-Jali = Jalan-Jalan
Jayus = joke-garing
Jijay Markijay = Jijik
Kanua = Kamu
Kawilarang = kimpoi
Kesindaaaang = Kesini
Kemindang = Kemana
Kencana = Kencing
Kepelong = Kepala
Kesandro = Kesana
Krejong = Kerja
Lambreta = Lambat
Lapangan Bola = Lapar
Lekong = Laki-laki
Maharani = Mahal
Makarena = Makan
Maluku = Malu
Mandole = Mandi
Mataram = Mati
Mawar = Mau
Merekah = Marah
Metong = Mati
Minangan = Minum
Motorola = Motor
Mukadima = Muka
Mursida = Murah
Nanda = Nanti
Naspro = Nasi
Organ = Orang
Organ Tunggal = Orang Tua
Pere = Perempuan
Pertiwi = Perut
Piur = Pergi
Rambutan = Rambut
Sastra = Satu
Sekong = Sakit
Sepong = Siapa
Sirkuit = Sedikit
Soraya Perucha = Sakit Perut
Tinta = Tidak
Titi DJ = Hati-hati di jalan
EGPCC= emang gw pikirin cuih cuih...
SDMB=sori dori mori bow
Akikah lapangan bola = aku lapar bo'
LUPUS = Lupain Pacar Utamakan Selingkuh
panasonic = panas
pecongan = pacaran

Ngomomg2 tentang bahasa bencong. Kata BENCONG itu dibentuk dari kata BANCI yang disisipi bunyi dan ditambah akhiran ONG. Huruf vokal pada suku kata pertama diganti dengan huruf E. Huruf vokal pada suku kata kedua diganti dengan ONG.

Misalnya:
Makan - mekong
Sakit - sekong
Laki - lekong
Lesbi - lesbong
Mana - menong

pokoknya serba NONG

Ada juga waria/bences yang kemudian ngeganti tambahan ONG dengan ES sehingga bentuk katanya menjadi:

Banci - bences
Laki - lekes

Kontes waria di Bogor

Kontes waria yang rencananya digelar di GOR Padjajaran, Kota Bogor, Minggu (22/11) ditentang sejumlah ormas Islam Kota Bogor. Mereka menolak kontes tersebut karena tak sesuai dengan norma-norma Islam. Sejumlah ormas Islam, Kamis (19/11),mendesak pengelola GOR Pajajaran membatalkan sepihak penggunaan tempat ini. Walau izin keramaian dari Polresta Bogor sudah dikeluarkan.“Kontes waria itu tidak sesuai motto Kota Bogor sebagai Kota Beriman,’’ kata Zaenal, Pengurus DKM Masjid Agung Kota Bogor,


didampingi sejumlah ormas Islam lainnya. Katanya, kontes waria di Kota Bogor sudah ditolak di Karawang dan Tangerang, karena dianggap tidak membawa manfaat bagi masyarakat. “Bila acara itu tetap berlangsung, akan menodai semangat ulama dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Bukan hanya agama Islam, tapi seluruh agama di dunia,” imbuh Zainal. Dia minta Polresta Bogor mengkaji kembali izin tersebut, jangan sampai timbul polemik, sehingga menyebabkan masyarakat berbuat anarkis.

Reaksi serupa juga dilontarkan BKPRMI Kota Bogor. Husein, sekretaris BKPRMI, mengatakan, hingga kini belum ada peraturan yang mengakui waria sebagai gender. “Kami tidak menolak kodrat mereka, tapi jangan umbar acaranya di tempat umum’’ jelasnya.




Bila pemkot memaksakan kehendak, ratusan massa dipastikan akan memenuhi GOR Pajajaran untuk menolak kontes tersebut. “Hari ini kami layangkan surat keberatan ke Polresta Bogor,” pungkasnya.

Panitia kontes waria yang sejak Rabu mempersiapkan segala sesuatunya di GOR Padjajaran gagal ditemui. “Sejak pagi, tak satu pun panitia yang datang setelah tahu sejumlah perwakilan Ormas Islam akan datang memprotes kontes waria,” ujar petugas kebersihan GOR Padjajaran