Pasar Asia Pasifik, Tumpuan Masa Depan Bisnis Internet

Pasar Asia Pasifik, Tumpuan Masa Depan Bisnis Internet : John Solomon berjalan dengan percaya diri ke tengah panggung. Hari itu adalah hari penting baginya karena dia akan berbicara pada seratusan wartawan dari negara-negara Asia Pasifik. Dan Asia Pasifik sangat penting baginya karena kawasan ini bakal menjadi ladang tergemuk bisnisnya: printer berbasis web dari lini Photosmart.

"Selamat datang di revolusi pencetakan web HP!" begitulah kalimat pembuka Senior VP Imaging and Printing Group Hawlett-Packard (HP) Asia Pacific & Japan ini di penghujung Juni lalu dalam helatan di Studio Shaw di Hong Kong. Sepanjang pidatonya, Solomon memuji Asia Pasifik sebagai pusat pertumbuhan internet.

"Lebih 700 juta rumah tangga di penjuru dunia telah dan akan terkoneksi internet menjelang 2013. Dari jumlah itu, 50% berada di sini, Asia Pasifik," ujar pria jangkung ini.

Pertumbuhan internet di Asia Pasifik mencapai 11 persen per tahun, nyaris 4 kali lipat dari pertumbuhan di AS dan Eropa. "Asia Pasifik adalah tempat pertambahan koneksi web di dunia berpusat," imbuhnya.

Untuk memperkuat asumsinya, Solomon membuka data. Menurut dia, akan ada 1 miliar smartphone menjelang 2013 dan sepertiganya berada di Asia Pasifik. Rerata tingkat penyerapan smartphone tumbuh 31 persen year on year. Smartphone pun menjadi piranti mayoritas yang digunakan orang-orang sebagai piranti kunci mereka.

"Enam dari 10 pengguna internet berada di Asia Pasifik. Inilah yang menghubungkan dunia sekarang ini," ujarnya.

Solomon melihat China sebagai penyumbang yang menonjol. Dia menyebutkan, pada 2009 China memiliki netizen lebih banyak dibandingkan AS. Lebih banyak orang di China yang terkoneksi dengan internet dalam keseharian mereka dibandingkan dengan penduduk di AS. Mereka yang aktif di media sosial ditaksir mencapai 500 juta orang. Rata-rata orang online selama 20 jam/minggu, utamanya untuk berinteraksi di media sosial.

Dari fakta-fakta itulah, ujar Solomon, bisa dimengerti bahwa konsumen dan pasar siap menerima web connected world yang berpusat di smartphone. "Lebih banyak pengguna mobile web di China daripada yang akan ada di AS menjelang akhir tahun ini,"
ujarnya.

Prestasi Asia Pasifik dalam penggunaan internet bergerak mengungguli AS. "Asia Pasifik tumbuh lebih cepat dan menjadi pusat web connected world. Dan Asia Pasifik memilih piranti bergerak sebagai piranti pilihan untuk terhubung dengan internet," papar Solomon.

Lagi-lagi Solomon menyebut China sebagai pangsa yang menggiurkan. Dia memperkirakan akan ada 1 miliar pengguna produk-produk internet bergerak di China menjelang 2014.

Solomon lantas membawa pada pemikiran, bagaimana bila pebisnis Asia -- yang menjadikan piranti mobile sebagai pusat kehidupan mereka -- pada akhirnya ingin mengeprint? Nah, di sinilah HP mencoba mempertahankan dominasinya sebagai produsen printer dunia dengan mengkompromikan piranti bergerak dan printer.

Sehingga lahirlah printer berbasis web yang tiap unitnya memiliki alamat e-mail. Tiap orang bisa mengeprint hanya dengan meng-emailkan dokumen mereka ke email address printer.

Dengan revolusi ini, 'budaya' mengeprint yang sempat kendor karena orang lebih suka membaca di layar smartphone yang mungil, tampaknya bakal tumbuh kembali. HP mencoba menawarkan cara ngeprint yang penuh gaya, simpel dan hanya butuh 3 sentuhan di layar Touchsmart jika ingin mengoperasikan puluhan aplikasi penyedia konten pihak ketiga yang dilekatkan ke badan printer.

Printer anyar ini bersama tinta -- kebutuhan wajib yang dikonsumsi berulang yang selama ini menjadi tambang emas HP -- akan semakin mendongkrak laba pabrikan asal AS ini. Sungguh revolusi yang cerdas