Cara Memilih Perusahaan Direct Selling

Cara Memilih Perusahaan Direct Selling , banyak sekali perusahaan direct selling yang ada di Indonesia. Semua menawarkan peluang bisnis, yang bisa dibilang bermodal kecil. Namun, dari sekian banyak, kita harus pandai memilih, apabila kita memang ingin sukses berbisnis. Ada 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan pada saat kita memilih perusahaan direct selling yang ingin kita jalankan. Kata-kata kunci yang harus kita ingat: Who, What, Where, Why, How.untuk dapat menjawab semua pertanyaan kunci tersebut, kita perlu memperhatikan faktor: Perusahaan, Produk, Sistem, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

2. Perusahaan

Faktor ini mencakup besarnya perusahaan, lamanya berdiri, sistem purna jual, dan hal-hal lain seputar perusahaan dan servis purna jual yang diberikan. Beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan antara lain:
1. Seberapa lama dan seberapa besar perusahaan tersebut. Mulai dari berapa lama sudah didirikan, apakah mempunyai banyak cabang yang ada di Indonesia, dan apakah terdaftar sebagai perusahaan direct selling resmi yang terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Informasi perusahaan ini akan sangat berguna bagi kita dan konsumen, karena dengan memiliki kantor cabang resmi di Indonesia, akan mempermudah ktia untuk menyampaikan berbagai klaim seputar produk yang dibeli oleh konsumen kita. Selain itu, dengan memilih perusahaan yang besar dan stabil, bisnis kita juga akan bertahan lama, tanpa ada rasa khawatir perusahaan akan tutup dan tidak membayarkan bonus yang dijanjikan.

2. Layanan purna jual yang diberikan. Apakah ada jaminan barang kembali jika barang yang diterima rusak? Apakah ada sistem layanan konsumen yang bisa membantu jika ada kesulitan? Sistem layanan ini akan sangat membantu kita pada saat kita menerima keluhan pelanggan kita. Karena kalau tidak, kita harus menanggung kerugian barang rusak sendiri, tanpa bisa diklaim ke perusahaan.



2. Produk

Pertama, produk apa yang dijual? Ingat, sebuah perusahaan direct selling yang baik harus memiliki produk nyata yang diperjualbelikan. Kedua, seberapa besar pangsa pasar yang dituju? Semakin besar pangsa pasar yang bisa kita tuju, semakin baik. Ada produk yang memang memiliki pangsa pasar spesifik, ada juga produk yang memang menuju pangsa pasar yang besar, misalnya saja produk kosmetik, yang mentargetkan kaum wanita, yang nota bene memiliki kebiasaan membeli lebih dari satu produk kosmetik. Ada juga produk obat yang spesifik menyembuhkan penyakit tertentu, dan banyak lagi. Ketiga, apakah repeat ordernya tinggi? Produk yang habis jika dipakai, biasanya repat ordernya tinggi. Dengan repeat order yang tinggi, Anda tidak akan kehabisan order. Keempat, apakah produknya mudah dijual? Tanpa harus memiliki keahlian khusus, produk dapat dijual dengan mudah. Jika kita harus mengeluarkan biaya lagi untuk mempelajari produknya, Anda harus bertanya-tanya lagi untuk mengikuti bisnis tersebut.

3. Sistem

Perhatikan sistemnya. Apakah mudah untuk dilaksanakan? Apakah mudah untuk diduplikasikan kepada para down.line Anda nantinya? Sistem yang mudah dilaksanakan dan mudah diduplikasikan akan sangat memudahkan Anda untuk menjalankan bisnisnya.

4. Pengembangan Sumber Daya Manusia

Yang dimaksud dengan pengembangan SDM di sini adalah bagaimana perusahaan menyediakan pelatihan bagi Anda, sebagai calon tenaga penjualan. Selain itu, Anda juga bisa melihat jaringan yang akan Anda ikuti, apakah cukup bagus, dalam arti selalu membimbing para down.line untuk berhasil, memiliki berbagai training pengembangan diri, dan sebagainya. Dengan kata lain, Anda juga bisa memilih Up-line Anda. Karena dengan memiliki up-line yang baik, Anda tidak akan ditinggal sendirian tanpa arah dalam menjalankan bisnis ini.