Jerman tumbang oleh aksi Milan Jovanovic

Jerman tumbang oleh aksi Milan Jovanovic : Tim unggulan Piala Dunia 2010,Jerman, menyerah 0-1 kepada Serbia pada laga Grup D di Nelson Mandela Bay Stadium tadi malam. Kekalahan juara dunia tiga kali ini menyusul nasib serupa yang dialami tim-tim unggulan lain. Jerman tumbang oleh aksi Milan Jovanovic di menit ke-38. Dia meneruskan umpan Nikola Zigic yang menanduk bola silang Miloc Krasic.

Aksinya ini sekaligus memanfaatkan ketidakdisiplinan Jerman dalam bermain. Semenit sebelumnya, Der Panzer–– julukan Jerman––harus tampil dengan 10 pemain setelah Miroslav Klose diusir wasit Alberto Undiano Mallenco.Dia mendapatkan kartu kuning kedua setelah mengasari Dejan Stankovic. Bomber Bayern Muenchen tersebut menerima peringatan pertama di menit ke-12 setelah menjegal Branislav Ivanovic.“Wasit terlalu royal mengeluarkan kartu.

Banyak pelanggaran yang sebenarnya normal diganjar berlebihan olehnya,” ujar Pelatih Jerman Joachim Loew seperti dikutip Reuters. Kekalahan Jerman ini memperpanjang daftar tersungkurnya tim unggulan selama turnamen di Afrika Selatan.Kamis (17/6),Prancis dipermalukan Meksiko di Grup A dan juara Eropa Spanyol dibungkam Swiss pada Grup H, satu hari sebelumnya.Sementara juara bertahan Italia ditahan Paraguay 1-1, Senin (14/6),dan salah satu unggulan Inggris diimbangi AS lewat skor serupa,Sabtu (12/6).

Dampak terjegalnya tim asuhan Loew ini sekaligus membuat peluang mereka melaju ke babak 16 besar terancam.Tidak hanya itu, tempat Philipp Lahm dkk di puncak klasemen juga berpotensi disalip Ghana. Mengoleksi tiga poin seusai menghancurkan Australia 4-0, Minggu (13/6), Jerman memiliki selisih gol 4-1. Jerman cuma unggul produktif ketimbang Ghana (1-0) dan Serbia (1-1).

Artinya, Jerman akan lengser jika Ghana setidaknya mampu menahan Australia di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg,hari ini. Terlepas dari hasil di Royal Bafokeng, persaingan di Grup D pun menjadi ketat.Jerman kini terlibat pertempuran menentukan melawan Ghana di Soccer City, Johannesburg, Rabu (23/6).Adapun pertarungan Serbia dan Australia di Stadion Mbombela,Nelspruit,pada hari yang sama juga bisa menentukan nasib salah satu negara lolos ke perdelapan final.

“Saya yakin kami dapat melakukannya. Kami harus bersikap positif.Semua kini tergantung di tangan kami sendiri,” ungkap Arsitek Serbia Radomir Antic. Memulai pertandingan berbekal hasil impresif atas Australia, Der Panzer menghadapi Serbia dengan semangat. Mereka langsung menciptakan kesempatan pertama di menit ketujuh. Sayang, tendangan voli Lukas Podolski belum tepat sasaran. Mendapat serangan awal, Serbia yang ditaklukkan Ghana 0-1 di partai pertama langsung bangkit. Maklum, kalah di laga ini berarti tersingkir cepat.

Pasukan Radomir Antic mulai balik mengancam gawang Jerman yang dijaga Manuel Neuer hingga akhirnya berhasil mencetak gol pada menit 38 melalui Jovanovic. Di babak kedua, Jerman yang bermental pantang menyerah mencoba bangkit. Meski kekurangan satu pemain, juara dunia 1958, 1974, dan 1990 tersebut berhasil menekan pertahanan Beli Orlovi–– julukan Serbia––hingga memaksa Nemanja Vidic menggunakan tangan untuk menyentuh bola di area terlarang.

Namun, sayang, eksekusi Podolski mampu dimentahkan kiper Vladimir Stojkovic. “Biasanya tendangan penalti saya masuk. Tapi penjaga gawang melaksanakan tugasnya saya dengan bagus. Ini memang bukan hari saya,” kata Podolski. Kegagalan Podolski ini sekaligus mematahkan perjuangan Jerman.

Serbia balik mengontrol laga. Mereka bahkan bisa memperbesar keunggulan seandainya tendangan Jovanovic serta tandukan Zigic tidak membentur tiang dan mistar gawang. Hingga peluit panjang ditiup wasit Alberto Undiano asal Spanyol, kedudukan tetap tak berubah untuk kemenangan Serbia.

Laga Dramatis


Sementara itu, pada persaingan Grup C, drama berlangsung di Stadion Ellis Park, Johannesburg, saat Slovenia bermain 2-2 melawan Amerika Serikat (AS). Slovenia hampir menjadi negara pertama yang lolos ke babak 16 besar setelah memimpin 2-0 melalui Valter Birsa pada menit ke-13 dan Zlatan Ljubijankic (menit 42). Namun, secara dramatis, saat memasuki babak kedua AS sukses menyamakan kedudukan.

Gol pertama AS dicetak Landon Donovan pada menit ke-48 dan Michael Bradley menyamakan kedudukan pada menit ke-82. AS bahkan semestinya bisa unggul jika gol Maurice Edu tidak dianulir wasit Koman Coulibaly. Dengan hasil im-bang ini,Slovenia mengoleksi empat angka dari dua laga. Membuntuti mereka, AS dengan dua poin. Slovenia selanjutnya dijadwalkan bertemu Inggris pada Rabu (23/6) mendatang dan AS meladeni Aljazair pada hari yang sama.

Persaingan di Grup D pun akan semakin ketat bergantung hasil pertandingan Inggris melawan Aljazair, tadi malam. Jika berhasil mengatasi Aljazair, The Theree Lions bersama Slovenia dan AS akan berebut dua tiket menuju babak 16 besar.Dan laga terakhir Inggris melawan Slovenia akan menjadi penentuan